Laba Garuda

Senin, 29 Juli 2019 06:52

Untuk manajemen, bisa karena mengejar bonus. Laba besar berarti bonus besar.Garuda adalah perusahaan publik, milik negara dan memiliki sistem bonus (tantiem) untuk manajemennya.Di swasta juga dikenal bonus. Juga dilihat dari besarnya laba. Namun ‘laba’ tidak sama dengan ‘laba’. Ada laba dengan kualitas baik. Ada pula laba yang kualitasnya tidak baik.Laba yang kualitasnya rendah tadi sering saya sebut sebagai ‘laba yang penuh lemak dan kolesterol’. Kelihatannya saja laba, tetapi justru bisa mematikan.Salah satu kolesterol itu adalah ‘piutang’. Terutama ‘piutang ragu-ragu’. Yang belum tentu bisa benar-benar menjadi pendapatan.Bisa saja tiba-tiba orangnya meninggal. Atau bangkrut. Atau justru menggugat.Bisa juga alasan administrasi: fakturnya salah, bunyi kontraknya tidak jelas, atau tagihannya tidak sampai.Piutang itu bermuara ke laba. Laba menjadi sumber pajak dan bonus. Atau menjadi dasar kenaikan gaji.Pajak sudah dibayar. Bonus sudah dibayar. Gaji sudah dinaikkan.

10 Jemaah Haji Masih Tertahan di MadinahJokowi Serahkan Keputusan ke Gibran Rakabuming

Bagikan berita ini:
3
4
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar