Luhut Pastikan Nelayan Dapat Kompensasi Pertamina

Senin, 29 Juli 2019 - 14:14 WIB
Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan memastikan nelayan mendapat kompensasi.

Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, PT Pertamina (Persero) akan memberikan kompensasi kepada masyarakat terdampak tumpahan minyak (oil spill) di Karawang, Jawa Barat.

Hal ini disampaikan Luhut merespons keluhan nelayan yang mengalami penurunan tangkapan ikan pascakeborocan gas dan tumpahan minyak di lepas pantai salah satu area Offshore North West Java (ONW) Pertamina Hulu Energi (PHE), di Karawang.

“Jadi semua akan dikasih, dibayar kompensasinya oleh mereka (Pertamina). Saya enggak tahu (jumlahnya),” ucap Luhut di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (29/7).

Soal tumpahan minyak yang mencemari kawasan pesisir Purwakarta, Luhut menyebut sudah diatasi oleh Pertamina. Bahkan perusahaan pelat merah itu sudah menggaet perusahaan khusus untuk membersihkannya.

“Saya kira sudah ditangani dengan baik. Kejadian kecelakaan ini kan bisa terjadi di mana saja,” tandas Luhut.

Sekadar tahu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku pemerintah sudah melakukan beragam langkah menanggulangi insiden tumpahan minyak (oil spil) Pertamina di Karawang.

Gadis Bandung Diamankan di Eks Lokalisasi Gunung Sampan

Dahnil Anzar Jadi Kader Gerindra, Ditunjuk Jubir Prabowo

Munas Partai Golkar, Airlangga Diadang Sejumlah Masalah

Setidaknya sudah ada 17.830 karung limbah di wilayah Karawang dan Bekasi.

“Untuk penanggulangan tumpahan minyak di shoreline sudah dipasang oil boom onshore sebanyak 1.430 meter, dan melanjutkan pembersihan limbah di area mangrove,” kata Dirjen Migas Kementerian ESDM, Djoko Siswanto.

Tumpahan minyak ini terjadi sejak 12 Juli lalu, saat dilakukan re-entry dari drilling activity di sumur YYA 1. Pola sebaran oil spill ke arah Barat, dengan potensi panjang pesisir terdampak 52 Mil.

Sebanyak 8 Desa di Karawang, 2 Desa di Bekasi, dan 7 Pantai ditemukan tumpahan minyak. Secara paralel, kata Djoko berdasarkan laporan, tim mulai membuat rencana penanganan dampak masyarakat dan lingkungan 3 bulan ke depan.

Pihak terkait juga terus memonitor efektivitas Static Boom. Juga melanjutkan recovery minyak di Static Boom dengan Skimmer sebanyak 6 unit.  Total limbah terkumpul 7.000 liter, 32 trash bag, yang diangkat dan dikirim ke darat sebanyak 9.250 kg. (jpnn)