Modus Lewat Aplikasi Game, Lakukan Aksi Asusila kepada Anak-anak di Bawah Umur

  • Bagikan
Saat VCS berlangsung, pelaku tak menampakkan mukanya. Dia langsung mengarahkan kamera handphonenya ke bagian kemaluannya. Dia pun memperlihatkan aksi onani kepada korbannya yang diminta masturbasi. Pelaku juga diam-diam merekam aksi itu tanpa sepengetahuan korban. Video itu kemudian digunakan untuk mengancam korban apabila berani menolak permintaan selanjutnya pelaku. “Tersangka tergabung dalam grup aplikasi chating dengan kurang lebih 400 akun Whatsapp yang keluar masuk dalam group tersebut, dengan aktivitas berbagi video porno baik dewasa maupun anak-anak,” ucap Iwan. Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti. Yakni 1 akun aplikasi chating milik tersangka, dan 4 unit handphone berbeda merk yang digunakan tersangka untuk menjalankan aksi bejadnya. Atas perbuatannya tersebut, pelaku dikenakan Pasal 27 ayat 1 Undang-undang ITE, Pasal 29 UU ITE, dan Pasal 82 UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara. Fenomena Gunung Es Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi menilai aksi pornografi kepada anak bagaikan fenomena gunung es yang sudah terjadi sejak lama. Sehinggga harusnya bisa dicegah sebelum jatuh korban. “Tetap sebetulnya ini juga bisa dilakukan lebih (penindakan) awal kalau masyarakat luas sudah lebih peduli,” kata Seto. Celah terjadinya kejahatan seperti ini, lanjut Seto, karena minimnya komunikasi antara anak dan orang tua. Orang tua kirang perduli dengan aktivitas anaknya. Akibatnya tidak ada kontrol yang baik.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan