Modus Lewat Aplikasi Game, Lakukan Aksi Asusila kepada Anak-anak di Bawah Umur

  • Bagikan
Selain itu, masih banyak orang tua yang kurang memahami gadget. Sehingga tidak menyadari aktivitas anak di aplikasi. Terutama yang mengarah kepada hal-hal negatif seperti pornografi. “Jadi perlu pemberdayaan masyarakat dalam kasus ini. Dulu kami berkali-kali menyarankan seksi perlindungan anak itu antara rukun tetangga. Karena kadang-kadang ke KPAI dan sebagainya terlalu jauh untuk masyarakat mengadu,” tambahnya. Blokir 1 Juta Website Sedangkan Kepala Subdirektorat Pengendalian Konten Internet Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Anthonius Malau sepakat peran orang tua sangat besar dalam keselamatan anaknya. Bahkan orang tua disarankan tidak ragu untuk menelusuri rekam jejak anaknya di dunia maya. Bila perlu minta anak mendatangkan teman-temannya yang biasa diajak bermain di dunia maya ke rumah supaya orang tua kenal dengan mereka. “Jangan-jangan nanti ngakunya 12 tahun enggak tahunya 71 tahun gitu,” ungkapnya. Anthonius menuturkan, Kemkominfo setiap hari secara aktof melakukan pencarian di media online terkait pornografi, termasuk pornografi anak. Jutaan website sudah dilakukan pemblokiran. “Sampai Juni (2019), kami telah memblokir 1 juta website dan termasuk bernasis medsos,” jelasnya. Dari data Kemkominfo menyebutkan bahwa rata-rata tiap bulan ada 10-15 ribu website dan konten dunia maya yang diblokir. Dalam kasus pornografi anak kali ini, Kemenkominfo telah berkoordinasi dengan penyedia aplikasi guna melakukan tidakan pencegahan hal serupa terulang. “Jadi apikasi itu ketika orang meminta nomor handphone itu otomatis ttidakdapat dilakukan dan terblokir oleh sistem permainan Hago. Dan mereka memblokir pengiriman gambar, misalnya dituliskan nomor handphone di foto,” pungkasnya. (JPC) 
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan