Munas Partai Golkar, Airlangga Diadang Sejumlah Masalah

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Petahana Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto patut khawatir. Sejumlah masalah bisa menghalanginya menjelang Munas Partai Golkar.

Peneliti Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Aisah Putri Budiarti menganalisa masalah-masalah itu bisa jadi batu sandungan.

“Kondisi menurunnya perolehan suara Golkar di DPR RI, secara persentase, dari Pileg 2019 bisa menjadi catatan evaluasi baginya dalam munas nanti,” ujar Aisah.

Menurut dia, berkurangnya perolehan suara ini tak bisa dipisahkan dari kepemimpinan Airlangga.

Seperti diketahui, Airlangga tak hanya menahkodai Golkar, tetapi juga mengambil jabatan sebagai Menteri Perindustrian.

Secara garis besar, harusnya perolehan suara saat Pileg 2019 menjadi tanggung jawab Airlangga. Pada Pileg 2014, perolehan persentase Golkar mencapai 14,7 persen, sementara saat ini perolehannya berkurang 2 persen lebih.

“Selain itu, kasus PLTU Riau, jika ini dilanjutkan oleh KPK juga bisa menjadi batu ganjalan bagi Airlangga dalam proses pemilu internal Golkar nanti,” kata Aisah.

Negeri Para Mullah Tuding Inggris Provokatif

Bupati Kudus Tersangka, KPK Geledah Sejumlah Tempat

Mengerikan! Seorang Pria Makan Kucing Hidup-hidup

Menurut Aisah, khusus untuk kasus yang menjebloskan Idrus Marham itu, Airlangga berpotensi dipanggil. Itu bisa jadi salah satu penghalangnya meski hanya berstatus saksi.

“Saya sampaikan bisa jadi batu ganjalan, karena jika Airlangga kemudian dipanggil atau terkait dengan kasus ini, maka bisa bertolak belakang engan image partai yang masih harus dibangun,” kata dia.

Aisah mengatakan saat ini Golkar punya pekerjaan rumah yang berat di bawah Airlangga. Dia harus membersihkan image partai terkait komitmen antikorupsi.

“Bersih dari korupsi pascakasus Setya Novanto dan banyak kadernya yang tertangkap korupsi,” ujar dia.

Di sisi lain, Aisah menakar peluang Ketua DPR Bambang Soesatyo di Musyawarah Nasional Golkar. Menurut dia saat ini Bamsoet punya kans tinggi di Munas Partai Golkar.

Pasalnya, ada pertemuan yang dilakukan dengan Presiden Joko Widodo belum lama ini.

TNI Harus Menjadi Teladan Saat Bekerja di Lokasi TMMD

Pratikno Kaget Niat LBH Gugat Keppres Pansel Capim KPK

Tersesat, Rohamah Tertidur di Teras Rumah Warga di Mekah

Meski sama-sama melakukan pertemuan seperti Airlangga, tetapi pertemuan antara Jokowi dan Bamsoet dianggap punya sinyal lebih kuat.

“Dari segi simbol politik, pertemuan dengan Bamsoet beberapa waktu lalu bisa menjadi sinyal kecenderungan dukungan Jokowi pada Bamsoet. Namun, tentunya kita tidak bisa memastikan hal tersebut, karena proses menuju munas masih panjang,” ujar Aisah.

Dari segi konsolidasi kekuatan, Bamsoet juga dinilai lebih gencar daripada Airlangga. Selain Jokowi, Bamsoet telah menemui tokoh kunci seperti BJ Habibie. Jika konsisten, maka hal ini akan sangat berpengaruh pada kekuatan Bamsoet.

“Gerakan ke tokoh penting di level nasional, dan diikuti konsolidasi kekuatan ke bawah. Maka gerak cepat ini bisa memberikan peluang bagi Bamsoet, apalagi Airlangga kelihatannya lebih “santai”,” ujar Aisah. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...