Oposisi Rusia, Alexei Navalny Diduga Diracun

FAJAR.CO.ID, MOSKOW-- Pemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny diduga diracun. Dia kini dirawat di rumah sakit akibat reaksi alergi akut.

Menurut seorang dokter, Minggu, 28 Juli, alergi itu mungkin akibat diracun dengan zat kimia yang tidak diketahui.

Navalny, 43, dilarikan ke rumah sakit dari penjara di mana dia menjalani hukuman 30 hari karena melanggar undang-undang protes yang keras, sehari setelah polisi di Moskow menahan lebih dari 1.000 orang karena demonstrasi ilegal yang diminta Navalny.

Juru Bicara Alexei Navalny, Kira Yarmysh mengatakan, Navalny memiliki tanda-tanda alergi akut dengan "pembengkakan parah pada wajah dan kulit kemerahan." seperti dilansir channelnewsasia, Senin, 29 Juli.

Seorang dokter di rumah sakit yang merawatnya mengatakan kepada kantor berita Interfax bahwa, Navalny telah didiagnosis menderita gatal-gatal dan dia merasa lebih baik.

Tetapi seorang dokter yang telah merawatnya di masa lalu dan dapat berbicara secara singkat dengannya, dan melihatnya melalui celah pintu pada hari Minggu mengatakan dia tidak dapat mengesampingkan bahwa dia telah diracun.

"Kami tidak dapat mengesampingkan bahwa kerusakan toksik pada kulit dan selaput lendir oleh zat kimia yang tidak diketahui ditimbulkan dengan bantuan 'pihak ketiga'," tulis Anastasia Vasilyeva, dokter, di Facebook.

Vasilyeva, mengatakan Navalny memiliki ruam di bagian atas tubuhnya, lesi kulit, dan keluar dari matanya, meminta sampel seprai, kulit, dan rambut Navalny untuk diuji bahan kimia.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...