“Sekolah SK”

Senin, 29 Juli 2019 10:00

Naik pangkat, duh… senangnya. Apalagi jika kenaikan itu tak disangka-sangka. Surprise. Sebuah kejutan. Bagai ketiban durian runtuh.

(Oleh: Faisal Syam)

FAJAR.CO.ID — Adalah Udin, honorer di kelompok usaha Maju Terus Pantang Mundur (Jurus Pandur), yang kariernya lagi kinclong. Posisi suami Maesas yang Calon Anggota Legislator Daerah Kabupaten – Kota (Calledakk) itu, naik pangkat. Orang bilang, dia sekarang menempati posisi “basah”.Setelah menerima Surat Keputusan (SK) Pangkat, status sosial sang tokoh ikut naik. Jabatan naik, honor meningkat, biasanya diiringi peningkatan gengsi.Udin sadar, sebagai pejabat, penampilannya harus perlente. Maka demi prestise, ia pun mengambil kredit dengan cara “menyekolahkan” SK-nya.Memang, setelah naik pangkat, tak sulit bagi Udin mendapatkan kredit dari lembaga pembiayaan atau sejenisnya.Apalagi di era industri 4.0 di mana model bisnis sudah berubah sangat cepat. Kalau selama ini urusan pinjam meminjam harus bertemu dan butuh berkas dan waktu yang lama, sekarang semuanya gak pake lama.Kredit tanpa ribet. Ibarat ruas ketemu buku. Para pihak saling membutuhkan. Ada yang butuh dana, sebaliknya ada yang butuh nasabah. Jadilah honorer sebagai kreditor dan FinTech sebagai debitor.Sebenarnya Udin enggan meminjam, namun tawaran sejumlah perusahaan yang menawarkan kredit mudah berbunga murah dengan agunan SK, akhirnya membuat dia tergoda.Hari demi hari, pekan demi pekan, bulan demi bulan hingga menjelang satu tahun Udin menjalani kehidupan glamour, dan hal tersebut dianggapnya biasa-biasa saja, sampai akhirnya, tanpa info terlebih dahulu, eh… ada kebijakan baru, di mana pangkat sang honorer diturunkan ke posisi semula belum naik pangkat.

Komentar


VIDEO TERKINI