6 Bulan Ada 31 Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Pekalongan, Tersebar di 12 Kecamatan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, PEKALONGAN – Dalam 6 bulan di tahun 2019 ini jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Pekalongan ditemukan sebanyak 31 kasus. Untuk HIV positif ada 21 kasus dan AIDS 10 kasus, dan belum ada penderita yang meninggal.Pengelola Program dan Monev Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Pekalongan, M. Iqbal Masruri menjelaskan bahwa dari data tahun 2018, jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Pekalongan sebanyak 72 kasus. Untuk HIV ada 36 kasus dan AIDS 36 kasus.“Data yang kami peroleh sebelumnya mencatat sampai bulan April 2019 ada 19 kasus, HIV 14 kasus dan AIDS 5 kasus. Untuk data update lagi sampai bulan Juni mencatat ada 31 kasus, HIV 21 kasus dan AIDS 10 Kasus,” ungkap Iqbal, Senin (29/7).Daerah-daerah yang termasuk dalam kasus penderita HIV/AIDS tahun 2019 ada 12 kecamatan, meliputi Bojong, Buaran, Kajen, Karanganyar, Kesesi, Kedungwuni, Paninggaran, Sragi, Talun, Wonokerto, Wonopringgo dan Lebakbarang.“Sebenarnya jika mengacu data dari tahun sebelumnya, 19 kecamatan di Kabupaten Pekalongan sudah ada kasus HIV/AIDS, dan untuk daerah terbanyak ada di Kecamatan Karanganyar. Tetapi tahun 2019 baru 12 kecamatan yang ada angka kasus HIV/AIDS,” jelas Iqbal.Secara kumulatif data dari 2005 hingga 2019 ini mencatat ada 376 kasus HIV/AIDS di Kabupaten Pekalongan, dengan rincian HIV 202 kasus dan AIDS 174 kasus. Dari data 367 kasus tersebut 177 kasus penderita HIV/AIDS sudah dinyatakan meninggal dunia atau sekitar 49% nya.Ditahun 2019 ini Kabupaten Pekalongan mendapatkan informasi tentang estimasi atau angka perkiraan kasus dari Kementerian Kesehatan yang berjumlah 1737 kasus. Tetapi sampai bulan juni 2019 ini cuma ada 376 kasus. Artinya masih sangat jauh dari angka estimasi yang diberikan.“Pemahanan secara gampang, harusnya di Kabupaten Pekalongan ada 1737 kasus HIV/AIDS, tetapi yang diketahui cuma 376 kasus. Ini seperti fenomena gunung es yang tampak itu masih sangat sedikit, sedangkan yang tidak tampak masih banyak,” beber Iqbal.Pihaknya menghimbau masyarakat bila mengetahui ada penderita HIV/AIDS bisa memberikan pengertian dengan benar, sehingga bagi yang terindikasi mau melakukan pemeriksaan kesehatan tentang tes HIV/AIDS yang sudah bisa dilakukan di seluruh rumah sakit dan puskesmas yang ada di Kabupaten Pekalongan. (rir/RP)

FAJAR.CO.ID, PEKALONGAN – Dalam 6 bulan di tahun 2019 ini jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Pekalongan ditemukan sebanyak 31 kasus. Untuk HIV positif ada 21 kasus dan AIDS 10 kasus, dan belum ada penderita yang meninggal.

Pengelola Program dan Monev Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Pekalongan, M. Iqbal Masruri menjelaskan bahwa dari data tahun 2018, jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Pekalongan sebanyak 72 kasus. Untuk HIV ada 36 kasus dan AIDS 36 kasus.

“Data yang kami peroleh sebelumnya mencatat sampai bulan April 2019 ada 19 kasus, HIV 14 kasus dan AIDS 5 kasus. Untuk data update lagi sampai bulan Juni mencatat ada 31 kasus, HIV 21 kasus dan AIDS 10 Kasus,” ungkap Iqbal, Senin (29/7).

Daerah-daerah yang termasuk dalam kasus penderita HIV/AIDS tahun 2019 ada 12 kecamatan, meliputi Bojong, Buaran, Kajen, Karanganyar, Kesesi, Kedungwuni, Paninggaran, Sragi, Talun, Wonokerto, Wonopringgo dan Lebakbarang.

“Sebenarnya jika mengacu data dari tahun sebelumnya, 19 kecamatan di Kabupaten Pekalongan sudah ada kasus HIV/AIDS, dan untuk daerah terbanyak ada di Kecamatan Karanganyar. Tetapi tahun 2019 baru 12 kecamatan yang ada angka kasus HIV/AIDS,” jelas Iqbal.

Secara kumulatif data dari 2005 hingga 2019 ini mencatat ada 376 kasus HIV/AIDS di Kabupaten Pekalongan, dengan rincian HIV 202 kasus dan AIDS 174 kasus. Dari data 367 kasus tersebut 177 kasus penderita HIV/AIDS sudah dinyatakan meninggal dunia atau sekitar 49% nya.

Ditahun 2019 ini Kabupaten Pekalongan mendapatkan informasi tentang estimasi atau angka perkiraan kasus dari Kementerian Kesehatan yang berjumlah 1737 kasus. Tetapi sampai bulan juni 2019 ini cuma ada 376 kasus. Artinya masih sangat jauh dari angka estimasi yang diberikan.

“Pemahanan secara gampang, harusnya di Kabupaten Pekalongan ada 1737 kasus HIV/AIDS, tetapi yang diketahui cuma 376 kasus. Ini seperti fenomena gunung es yang tampak itu masih sangat sedikit, sedangkan yang tidak tampak masih banyak,” beber Iqbal.

Pihaknya menghimbau masyarakat bila mengetahui ada penderita HIV/AIDS bisa memberikan pengertian dengan benar, sehingga bagi yang terindikasi mau melakukan pemeriksaan kesehatan tentang tes HIV/AIDS yang sudah bisa dilakukan di seluruh rumah sakit dan puskesmas yang ada di Kabupaten Pekalongan. (rir/RP)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...