Dinding Lennon

Selasa, 30 Juli 2019 07:03

Tinggal beberapa ratus terakhir yang masih menuju stasiun MRT. Kereta bawah tanah.Tiba-tiba sekitar 100 orang berlari ke arah stasiun. Membawa alat-alat pemukul. Menyerang mereka yang menuju stasiun. Termasuk calon penumpang biasa. Seorang ibu hamil pun kena serangan.Polisi baru tiba di lokasi sangat telat. Para preman itu sudah menyebar pergi. Menurut catatan waktu, polisi baru tiba 40 menit setelah laporan masuk.Sebenarnya, kata polisi, petugas sudah tiba lebih awal. Namun hanya dua orang. Harus menjaga keselamatan diri mereka lebih dulu.Baik soal 40 menit itu, maupun dua orang yang harus menjaga diri itu, jadi olok-olok media sosial yang luar biasa. Mereka tidak peduli yang sudah dilakukan petugas.Polisi sebenarnya sudah berbuat. Dua hari setelah penyerangan itu enam orang preman ditangkap. Termasuk tokoh-tokohnya.Namun tetap saja polisi jadi bulan-bulanan. Kesannya: demo ini melawan polisi.Sejak kejadian itu banyak muncul donatur baju, kaus dan tank top. Mereka menyumbangkan pakaian di dekat stasiun. Disertai anjuran: sebelum pulang gantilah baju.Alasannya: ini musim panas. Para pedemo pasti basah kuyup oleh keringat.Alasan sebenarnya: dress code pedemo itu hitam. Mudah dikenali. Ketika sudah sendirian di jalan pulang bisa bahaya. Bisa diserang preman. Yang saat menyerang dulu pakai dress code putih.Maka di stasiun itu banyak kaus hitam yang ditinggal begitu saja. Teronggok di pojok stasiun. Mereka ganti baju yang disediakan simpatisan.

Komentar