Empat Pucuk Senpi Milik Personel Polres Maros Ditarik

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAROS — Empat pucuk senjata api (Senpi) milik Personel Kepolisian Resort (Polres) Maros ditarik oleh Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Maros, Selasa, 30 Juli 2019.

Pasalnya, setelah Propam memeriksa kelaikan dan izin kepemilikan senpi di jajaran anggota Polres Maros, ditemukan sejumlah senpi yang surat izinnya tidak berlaku.

Keempat pucuk senpi itu milik personel Unit Reskrim, Aipda Syamsuddin, dan dua personel Unit Res Narkoba, Bripka Arfah Saeni dan Bripka Syarifuddin, serta satu pucuk senjata milik Bripka Zulkirman, Bhabinkamtibmas Polsek Turikale.

Kepala Seksi Propam (Kasi Propam) Polres Maros, Iptu Hamzah, mengatakan, pemeriksaan senjata anggota Polres Maros merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh satuannya.

Bahkan tak hanya senpi, lanjut Hamzah, pihaknya juga memeriksa performa anggota Polres Maros, berupa rambut, jenggot, dan cambang. “Jadi ini merupakan tindakan rutin yang biasa kami lakukan,” katanya.

Lebih lanjut, kata dia, untuk hari ini pihaknya memeriksa sekitar 10 anggota yang memiliki izin kepemilikan Senpi.

“Tetapi empat di antaranya kita temukan surat izin kepemilikan senjatanya sudah tidak berlaku lagi. Makanya, senjatanya kami sita,” ungkapnya.

Pemeriksaan yang dilakukan, kata dia, mulai dari kondisi fisik, izin menggunakan, serta mencocokkan nomor register senpi dengan nomor di surat senpi.

Dijelaskan Hamzah, surat izin kepemilikan senpi bagi anggota Polres Maros hanya berlaku setahun.

Olehnya itu, ada beberapa personel yang senjatanya ditahan karena surat tersebut sudah kedaluwarsa.

“Jadi senjata tersebut akan dikembalikan, jika yang bersangkutan sudah mengurus kembali surat izin kepemilikan senpi,” sebutnya.

Diakuinya, untuk perpanjangan surat kepemilikan senjata tidaklah mudah. Sebab yang bersangkutan harus mengikuti beberapa tes seperti awal mengajukan kepemilikan senjata.

“Yang memegang senpi dinas tidak hanya sekadar lulus tes psikologi, tetapi juga harus mahir menggunakan senpi. Jadi, penggunaan senpi dinas tidak sembarangan dilakukan dan harus sesuai Perkap Nomor 1 Tahun 2009, yaitu hanya digunakan dengan pertimbangan apabila sudah membahayakan jiwa petugas dan masyarakat,” jelasnya. (rin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...