IYL Wafat, IAS: Kalau Berkomitmen Pasti Mati-matian Dia Buktikan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Perhatian warga Sulsel tersedot kabar meninggalnya Bupati Gowa 2005-2015, Dr Ichsan Yasin Limpo (IYL), Selasa pagi, 30 Juli 2019, di Tokyo, Jepang.

Sosok yang akrab disapa Punggawa ini tutup usia setelah berkutat dengan sakit kanker paru yang menyerangnya 6 bulan terakhir. Dirawat intensif di Singapura lalu ke Jepang, Punggawa akhirnya meninggalkan banyak kisah dan pelajaran hidup bernilai.

Salah satunya, dikisahkan Wali Kota Makassar 2004-2014, Ilham Arief Sirajuddin (IAS). “Innalillah wa innaa ilaihi rajiuun. Kita semua merasa kehilangan,” begitu IAS membuka ceritanya di Makassar, Selasa, 30 Juli 2019.

IAS mengakui beberapa kali menjadi lawan politik bagi keluarga besar Yasin Limpo. Meski begitu, selain sudah sama-sama komit tidak putus silaturahmi, persaingan itu tidak pernah bisa menghapus beberapa kisah kebaikan Ichsan yang pernah dirasakan IAS.

“Yang paling sulit saya lupakan perhatian dan bantuan beliau ketika saya maju sebagai calon wali kota periode pertama,” kenang IAS.

Saat itu, sistem pemilihan kepala daerah masih perwakilan. Dipilih langsung oleh anggota DPRD Makassar. Ilham yang maju berpasangan dengan Andi Herry Iskandar berhasil menumbangkan incumbent Baso Amiruddin Maula.

Di balik kemenangan itu, pertolongan Allah swt untuk kemenangan IAS ternyata terulur lewat tangan Ichsan Yasin Limpo. “Begitulah kalau beliau berkomitmen. Saya harus akui kalau berkomitmen pasti mati-matian dia buktikan,” kenang Ilham.

Selasa siang, 30 Juli 2019, Ilham bersama istri ikut terlihat di rumah duka, Jalan Haji Bau. “Saya baru merencanakan bisa mengunjungi beliau saat sakit, tapi takdir berkata lain. Semoga IYL dapat tempat terbaik di sisi-nya,” katanya. (rls)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...