JK: Aswar Hasan itu Saya Kenal, Dia Bukan Pendukung Radikalisme

Selasa, 30 Juli 2019 16:06

Kecuali ada unsur pemaksaan dalam penegakkan Syariat Islam hal tersebut tidakdibenarkan. “Kecuali ada penangkapan orang yang tidak salah, nah itu salah. Ini kan orangpuasa atau tidak puasa tidak ada yang masuk penjara toh,” katanya.Ia menambahkan, setiap orang yang berjuang melaksanakan syariat Islam belum tentuterpapar radikalisme dan tidak perlu diambil tindakan hukum. “Orang yang berjuangmenjalankan syariat Islam merupakan orang biasa seperti Pak Syafruddin (Menteri PANRB)menjalankan syariat Islam dengan puasa senin-kamis. Jadi, Azwar merupakan orang biasa-biasa saja dan lembaga itu juga lembaga biasa saja tidak beringas,” tutur JK.Ia meminta masyarakat tidak alergi dengan Syariat Islam karena pada dasarnya setiap umatmuslim telah menjalankan dan menegakkan Syariat Islam dengan menjalankan ibadah.

Ketua Permabudhi Sulsel, Yonggris.
Dibela Kaum BudhaSementara itu, Pengurus Daerah (PD) Persatuan Ummat Budha Sulsel (Permabudhi Susel)Yonggris membela Aswar Hasan dengan menyebut Aswar adalah sosok tokoh islam yangpluralis.”Dalam berbagai forum baik seminar atau apapun saya sering satu panggung dengan pakAswar. Dari pikiran-pikirannya dia mewakili pluralisme seorang muslim. Mengapa ada yangmenjustisfikasi sebagai sosok radikal. Itu sangat tidak cocok,” kata Yonggris, kepada FAJAR,Selasa 30 juli 2019.Keteguhan prinsip yang dimiliki Aswar kata Yongris, tidak boleh diartikan sebagai seorangradikal. Itu hanya cara pandang beliau terhadap persoalan.

Komentar