Warga Enggan Pohonnya Ditebang, Hambat Pengerjaan Jalan Beton Pallantikang

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAROS — Guna melihat progres pengerjaan betonisasi yang telah dimulai sejak 25 April lalu hingga 21 Oktober mendatang di Kelurahan Pallantikang Kecamatan Maros Baru, Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros melakukan monitoring, Selasa, 30 Juli 2019.

Monitoring proyek pembangunan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Maros ini dilakukan secara bersama dari pihak Kejari Maros, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Pelaksana Proyek dan Lurah Palantikang.

Di mana salah satu proyek pembangunan betonisasi di Kelurahan Pallantikang yakni jalan sepanjang 3,1 kilometer yang menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019 sebesar Rp5,9 Miliar.

Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejaksaan Negeri Maros, Dhevid Setiawan, menjelaskan monitoring yang dilakukan secara bersamaan ini untuk melihat proses pengerjaan betonisasi yang dimulai 25 April hingga 21 Oktober karena mengalami beberapa kendala.

“Kita turun melakukan monitoring karena dalam proses pelaksanaannya ditemukan kondisi yang menghambat. Akan tetapi masalahnya bukan dari kondisi teknis melainkan non teknis,” ungkapnya.

Kondisi non teknis yang ditemukan oleh tim TP4D Kejari Maros, lanjutnya persoalan pohon yang diakui sebagai milik warga dan masuk dalam jalur betonisasi jalan namun warga meminta pembayaran atas pohon tersebut.

“Kondisi lapangan tadi kita sudah lihat bersama, kalau ada pohon yang ikut terbeton dikarenakan ada beberapa warga yang enggan pohonnya untuk ditebang. Seperti pohon pisang yang sudah mati, pohon kelapa dan asam,” jelasnya.

Sehingga lanjutnya tim TP4D Kejari Maros bersama pihak pemerintah setempat akan melakukan mediasi terhadap masyarakat sambil memantau jalannya kembali proyek betonisasi di jalur tersebut.

“Kita juga sudah bicarakan sama pihak Kelurahan Palantikang, kebetulan ibu Lurahnya mau membantu kami. Dan, dari pihak pelaksana juga sementara menunggu hasil mediasi warga agar melancarkan pembangunan beton tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Lurah Palantikang, Andi Raodah, mengaku baru mengetahui kondisi yang terjadi di lapangan.

Dia mengatakan, pihaknya tidak mengetahui ada permasalahan mengenai warga yang enggan ditebang pohonnya untuk kepentingan pembangunan jalan .

“Saya baru dengar kabar ini, nanti saya data dulu warga-warga siapa saja yang memiliki pohon tersebut untuk diundang membicarakan mengenai pembangunan jalan beton dan berkoordinasi bersama tim TP4D dan Dinas PUPR Maros,” pungkasnya. (rin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...