Kurang Pengawasan, Jalur Tikus Ini Dimanfaatkan Sindikat Narkoba

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,KALTIM–Jalur tikus memudahkan peredaran narkoba di sejumlah wilayah di Indonesia, misalnya di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Jalur ini pula yang menjadi antensi serius bagi Polda Kaltim.

Berdasarkan pantauan Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim jalur yang paling diwaspadai dan menjadi atensi serius dari para pengedar narkoba ini adalah dari Bulungan ke Berau baik jalur darat dan laut.

“Memang selama ini yang paling kita soroti adalah jalur tikus yang berada di Bulungan ke Berau,” ujar Dir Res Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Akhmad Shaury, Selasa (30/7).

Jalur tikus yang digunakan oleh para pengedar narkoba tersebut, lantaran dinilai memiliki pengawasan yang kurang dari lokasi lainnya. Selain itu juga luasnya wilayah antara Bulungan dan Berau disinyalir menjadi lokasi favorit para pengedar.

Ketika Tentara Belajar Ternak Kambing di Sela TMMD

Tim Teknis Kasus Novel Baswedan Mulai Bekerja Agustus

“Kenapa mereka (Pengedar narkoba) banyak menggunakan jalur tersebut, alasanya karena memang di sana itu pengamanan dan pengawasan kurang. Personel dan sarana kita terbatas. Luas wilayah juga menjadi kendala,” jelasnya.

Lanjut Akhmad Shaury, dengan kondisi tersebut Dit Res Narkoba Polda Kaltim berkeinginan untuk menambah jumlah personel. Bahkan pengajuan tambahan personel ini terus dilakukan setiap tahunnya.

“Pasti ada keinginan untuk menambah personil. Kan tiap tahun kita selalu meminta tambahan personil. Agar bisa menempatkan personil dilokasi yang menjadi atensi kita,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi peredaran narkoba diwilayah hukum Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, tidak bisa serta merta membangun sebuah pos di kawasan tersebut.

Pasalnya, jika membuat sebuah pos akan membuat para pengedar mencari jalur-jalur lainnya yang selama ini menjadi pantauan pihak keamanan.

“Pos terbuka tidak dibuat, tapi kita sifatnya mobile yang bergerak. Sudah kita tempatkan personel, tertutup sifatnya. Terbuka kurang efektif dan pelaku bisa mencari lokasi lain kalo tau ada petugas,” terangnya.

Selama melaksanakan pengamanan di wilayah Bulungan dan Berau ini, tim Polda Kaltim selalu bekerjasama dengan petugas setempat. Bahkan, masyarakat pun dilibatkan untuk menggali sebuah informasi.

“Selama ini kita dalam pemantauan dan penindakan selalu bekerjasama denga Polair jika di laut. Dan polres atau polsek setempat jika di darat,” tambahnya.

Saat disinggung mengenai peran aktif masyarakat di wilayah tersebut, Akhmad Shaury menjelaskan sudah ada beberapa warga yang berani melaporkan jika menemukan adanya peredaran narkoba diwilayahnya tersebut. Untuk memantau dan mengamankan para pelaku ini petugas selalu membaur bersama masyarakat. Bahkan roling petugas juga di lakukan agar tidak terendus pelaku ini.

“Laporan dari masyarakat pernah kita dapat, tapi hanya sekali aja. Sejauh ini masih sedikit laporan dari masyarakat karena mereka memang tidak tau dan kadang tidak perduli (cuek),” terangnya.

“Kita melalui peran kerjasama dengan Bhabinkantibmas dan polsek sering sambangi desa-desa dan komunitas kita titip pesan agar masyarakat peduli terhadap peredaran narkoba ini. Akan kita berikan apresiasi kepada warga, namun itu kan hanya kita dan warga itu yang tau. Ini terkait kerahasiaan pelapor juga,” tutupnya. (prokal)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...