Lewat FGD, Kementan Terus Mencari Solusi Masalah Pupuk Bersubsidi

Rabu, 31 Juli 2019 06:17
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperbaiki penanganan pupuk bersubsidi. Salah satunya dengan menggelar Forum Discussion Group (FGD) membahas Kebijakan Pemerintah Terkait Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Pendistribusian Pupuk Bersubsidi di Hotel Bumi Surabaya, Surabaya, Selasa (30/7).FGD ini dihadiri seluruh stakeholder yang menangani pupuk bersubsidi. Mulai dari Kepala Dinas Pertanian dari sejumlah daerah, produsen pupuk seperti Pupuk Indonesia dan Petrokimia Gresik, Penyuluh Pertanian dan dari perbankan.Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, FGD ini digelar untuk mencari solusi terkait permasalahan-permasalahan yang masih ada terkait pupuk bersubsidi.”Saat ini di pasar terdapat dua harga pupuk, harga subsidi dan non subsidi. Panjangnya rantai distribusi dan dualisme harga pupuk menimbulkan permasalahan, antara lainkelangkaan pupuk, pengoplosan pupuk subsidi dan non subsidi, terjadinya pemalsuan pupuk bersubsidi, lemahnya pengawasan dan pemalsuan kuota pupuk dari daerah yang harga pupuknya murah ke daerah yang harganya mahal,” papar Sarwo Edhy, Selasa (30/7).Sebab itu, terang Sarwo Edhy, dibutuhkan program konkret untuk menekan permasalahan tersebut. Di antaranya dengan menyempurnakan program e-RDKK dan Kartu Tani.Menurutnya, dengan e-RDKK dan Kartu Tani ini, tidak akan terjadi lagi kelangkaan pupuk bersubsidi. Pasalnya, kuota yang akan diberikan akan sesuai dengan usulan daerah masing-masing.”Bila e-RDKK sudah diusulkan, dan petani sudah memegang Kartu Tani, tidak mungkin lagi ada kelangkaan pupuk. Karena itu sudah sesuai permintaan atau kebutuhan daerah yang mengusulkan. Kalau ada petani yang teriak pupuk langka, berarti petani itu tidak mengikuti program e-RDKK dan Kartu Tani,” tutur Sarwo Edhy.

Komentar


VIDEO TERKINI