Oknum Bankir Berjudi, Pakai Dana Nasabah

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,SUNGGUMINASA — Pria ini ketagihan judi online. Lalu, memakai uang nasabah untuk membiayai perjudiannya.
Dialah Basiruddin Nurdin, Kepala Unit BRI Malakaji di Kabupaten Gowa. Unit ini di bawah naungan BRI Cabang Jeneponto.
Basiruddin diduga kuat menggelapkan uang nasabah sebanyak Rp784 juta untuk melakukan judi online.

Unit Malakaji membawahi empat kecamatan sekaligus: Kecamatan Tompobulu, Biringbulu, dan Bontolempangan (ketiganya daerah Gowa), serta satu Kecamatan di Kabupaten Jeneponto.

Aksi penggelapan dana nasabah ini dilaporkan langsung oleh pihak BRI. Penggelapan dana tersebut dilakukan dengan cara meminjam uang setoran dari kas teller yang telah terkumpul harian setelah jam operasional.

Tindakan itu pun diketahui oleh teller kas. Uang yang seharusnya tersimpan di dalam brankas, diambil pelaku saat semua karyawan sudah pulang.
“Sudah lama saya lakukan. Uangnya saya simpan di rekening saya, kemudian mentransfer ke agen judi online yang saya dapatkan dari internet,” ungkap Basiruddin di Polres Gowa, Senin, 29 Juli.

Selama bekerja di bank pelat merah itu, pria berusia 43 tahun itu mengaku sudah melakukan penggelapan sejak Maret 2018. Selain itu, hadiah yang didapatkan saat menang judi online sebesar Rp32 juta, ditransferkan langsung ke nomor rekening pribadinya.

“Lebih banyak kalah. Satu kali kalah Rp3 juta. Kalau menang, otomatis saldo saya bertambah,” bebernya.  Judi online yang digelutinya sudah berjalan sebelum warga Jeneponto itu bekerja di BRI. Kemudian memanfaatkan jabatannya untuk menggelapkan uang nasabah.

Terancam 15 Tahun

Kapolres GOWA AKBP Shinto Silitonga, mengungkapkan, pelaku sudah 15 tahun bekerja di BRI. Kemudian memanfaatkan jabatannya untuk memerintahkan tellernya.  “Sejumlah barang bukti pun disita dalam perkara ini, baik rekening koran, pencatatan teller keluar masuknya uang dalam brankas, kuitansi UM 01, hingga kuitansi UM 02,” ungkapnya.

Tersangka akan dijerat dengan Pasal 49 ayat (1) dan (2) UU RI No. 10 Tahun 1998 tentang perubahan atas UU RI No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan dan atau Pasal 374 KUHP tentang Penggelapan dalam jabatan.

Ancaman pidana sekurang-kurangnya 5 tahun penjara dan paling lama 15 tahun, serta denda Rp10 miliar.  “Hingga saat ini, Polres Gowa akan terus mendalami perkara ini, khususnya perihal adanya keterlibatan pelaku lain,” urainya.(ica-fik/rif-zuk)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...