PAN Miliki 3 Gelagat Gabung Jokowi-Ma’ruf

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– PAN (Partai Amanat Nasional) belum menentukan sikap politiknya usai Pilpres 2019. Namun sudah ada gelagat siap bergabung ke koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin mengatakan, kemungkinan PAN akan bergabung ke koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin. Sebab saat ini partai yang dikepalai oleh Zulkifli Hasan sudah menunjukan kode-kode ingin masuk ke dalam koalisi pemerintah.

‎”Iya PAN sepertinya sudah ingin gabung ke koalisi Jokowi-Ma’ruf. Karena PAN sudah menunjukan arahnya ingin masuk koalisi,” ujar Ujang kepada JawaPos.com, Rabu (31/7).

Ujang menduga, sikap politik PAN akan‎ seperti di 2014 lalu. Saat itu PAN mendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan masuk ke Koalisi Merah Putih (KMP). Namun setelah Jokowi-Jusuf Kalla dinyatakan menang di Pilpres. PAN keluar dari KMP dan bergabung ke pemerintah.
“Artinya bisa jadi sikap politiknya seperti dahulu. Setelah Prabowo Sandi kalah bergabung Jokowi-Ma’ruf Amin,” katanya.

Sementara mengenai PAN yang ingin gabung ke koalisi tanpa meminta jatah menteri, menurut Ujang, hanya bagian dari strategi politik saja. Sebab saat ini sudah ada penolakan dari partai-partai koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin yang tidak ingin ada partai baru.

Hal itu karena jatah kursi menteri akan berkurang. ‎”Jadi enggak minta jatah menteri strategi saja. Karena siappun berkoalisi sudah pasti dapat jatah menteri‎,” tuturnya.

Berikut ini adalah tiga fakta jika PAN siap gabung ke koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin.

1. 30 DPD ingin PAN merapat ke Jokowi-Ma’rur Amin

Wakil Ketua Umum PAN, Bara Hasibuan mengatakan DPD sudah berkoordinasi dengan DPP untuk segera melakukan rekonsiliasi dengan kubu Jokowi. Bara mengatakan hingga saat ini sudah ada 30 DPD yang ingin masuk koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Itu nyata bahwa memang waktu mereka diajak berdiskusi DPD mengatakan persetujuannya, untuk tak menolak Jokowi,” kata Bara di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (12/7).

Oleh sebab itu Bara mengatakan, hasil rakernas Partai Amanat Nasional yang dalam waktu dekat dilakukan akan mengumumkan mendukung pemerintahan Jokowi-Ma’ruf dan tidak menjadi oposisi.

“Untuk bangun pemerintahan Jokowi sebagai langkah strategis yang harus diambil Ketua Umum. Kita punya tanggung jawab untuk ambil langkah dan keputusan yang terbaik bagi PAN,” katanya.

‎2. Amien Rais restui Jokowi-Ma’ruf Amin

Ketua Dewan Kehormatan, Amien Rais memberikan kesempatan kepada Jokowi-Ma’ruf Amin untuk memimpin Indonesia selama lima tahun ke depan. Dia pun menyerukan untuk menjaga persatuan bangsa.

“Jadi saya sampaikan, teruskan merajut Merah-Putih, teruskan bangsa ini bersatu, jangan sampai pecah. Tapi soal kekuasaan, berikan kesempatan yang utuh kepada Pak Jokowi-Ma’ruf Amin dengan nanti lima tahun. Kita awasi dan itulah produk indah demokrasi,” ujar Amien di kantor DPP Jalan Daksa, Jakarta Selatan, Senin (15/7).

Amien mengatakan mendukung pertemuan tokoh bangsa selepas Pilpres 2019. Hal itu untuk menghilangkan polarisasi yang terjadi di masyarakat.

Bupati Kudus Diduga Patok Tarif Jual Beli Jabatan

Koopssus TNI 80 Persen Pengintai, 20 Persen Penindak

Ini Tujuh Pejabat di Pemkab Barru yang Dimutasi Hari Ini

“Kalau itu terjadi, kita nggak usah, seperti ada gempa bumi. Jadi yang seolah kursi suatu yang hebat itu saya kira belum paham kehidupan. Sekali lagi saya mendukung rangkulan bersama antara semua tokoh yang tadi berhadapan,” katanya.

3. Dukung pemerintahan Jokowi-Ma’ruf tanpa minta jatah menteri.

Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan mengatakan, mendukung pemerintah ini bukan karena ingin penjajakan masuk ke dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Sehingga dia membantah melakukan penjajakan tersebut.

“Tidak (tidak ada penjajakan), yang penting kita doakan sukses (pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin),” ujar Zulkifli di Gedung DPR, Jakarta, Senin (29/7).

Ketua MPR ini menegaskan partainya tidak pernah meminta jatah kursi di kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin. Apalagi sampai memberikan syarat. Bagi Zulkifli yang dilakukan pemerintah baik untuk rakyat. Maka PAN akan mendukungnya. “Kita tidak pernah ada syarat-syarat. Tidak ada minta-minta. PAN tidak pernah minta-minta,” tegasnya. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...