PAN Miliki 3 Gelagat Gabung Jokowi-Ma’ruf

RAKERNAS III PAN : (dari kiri) Ketua Panitia Penyelenggara Yandri Susanto, Walikota Bogor Bima Arya, Walikota Bandung Ridwan Kamil, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, hadir pada pembukaan Rakernas III PAN 2017, di Bandung, Jawa Barat, Senin (21/8). Rakernas PAN III 2017 yang bersamaan dengan HUT PAN ke-19 tersebut, mengusung tema "Menjahit Kembali Merah Putih" dan akan berlangsung 21 hingga 23 Agustus 2017 ini, diantaranya akan membahas strategi pemenangan menghadapi Pilkada Serentak 2018 dan konsolidasi awal pencalegan mulai dari Kabupaten/Kota, Provinsi hingga Pusat, serta sikap dan aksi partai terkait nama-nama yang akan diusung pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Foto : Tedy Kroen/Rakyat Merdeka

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- PAN (Partai Amanat Nasional) belum menentukan sikap politiknya usai Pilpres 2019. Namun sudah ada gelagat siap bergabung ke koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin mengatakan, kemungkinan PAN akan bergabung ke koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin. Sebab saat ini partai yang dikepalai oleh Zulkifli Hasan sudah menunjukan kode-kode ingin masuk ke dalam koalisi pemerintah.

‎”Iya PAN sepertinya sudah ingin gabung ke koalisi Jokowi-Ma’ruf. Karena PAN sudah menunjukan arahnya ingin masuk koalisi,” ujar Ujang kepada JawaPos.com, Rabu (31/7).

Ujang menduga, sikap politik PAN akan‎ seperti di 2014 lalu. Saat itu PAN mendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan masuk ke Koalisi Merah Putih (KMP). Namun setelah Jokowi-Jusuf Kalla dinyatakan menang di Pilpres. PAN keluar dari KMP dan bergabung ke pemerintah. “Artinya bisa jadi sikap politiknya seperti dahulu. Setelah Prabowo Sandi kalah bergabung Jokowi-Ma’ruf Amin,” katanya.

Sementara mengenai PAN yang ingin gabung ke koalisi tanpa meminta jatah menteri, menurut Ujang, hanya bagian dari strategi politik saja. Sebab saat ini sudah ada penolakan dari partai-partai koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin yang tidak ingin ada partai baru.

Hal itu karena jatah kursi menteri akan berkurang. ‎”Jadi enggak minta jatah menteri strategi saja. Karena siappun berkoalisi sudah pasti dapat jatah menteri‎,” tuturnya.

Berikut ini adalah tiga fakta jika PAN siap gabung ke koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah

Comment

Loading...