Selamat Jalan Pejuang KKN Afrika Selatan!

0 Komentar

Oleh Hasrullah

FAJAR.CO.ID– Innaa lillah wa Innaa ilaihi rajiuun. Sungguh semua makhluk milik Allah Swt dan akan berpulang kepada-Nya. Tidak terhitung volume kuota internet yang tersedot oleh berita menggemparkan Selasa pagi, 30 Juli 2019. Saya yakin jumlahnya bukan sedikit. Terbukti, kabar duka dari Tokyo, Jepang itu memenuhi hampir seluruh media sosial yang ada dalam handset saya.

Sebagai langkah tabayyun, saya akhirnya meyakini kebenaran kabar itu setelah saudari Widya, pegawai Humas Pemkob Gowa mengaminkannya. Dr. Ichsan Yasin Limpo, kawan sekaligus patner bertukar pikiran itu mangkat di usianya yang ke-58. Penyakit yang mendera, sungguh hanya jalan menghadap sang Khalik.

Ceceran kebaikan sang Punggawa saya yakini tidak terhitung. Saya bersama keluarga besar Universitas Hasanuddin–khususnya di Lembaga KKN Unhas–punya jejak kekal tentang kebaikan itu. Salah satunya, punggawalah yang menjadi tokoh di balik suksesnya KKN Unhas di Afrika Selatan.

Dialah pejuang KKN Afsel 2016. KKN Unhas yang sebelumnya biasa-biasa saja berubah menjadi sesuatu yang amazing dan excellent. Sungguh spektakuler karena mendobrak rutinitas KKN lokalan dengan program yang terbatas.

Programnya berjenjang lokasi. Pada tahun 2016, KKN Afsel dimulai dengan napak tilas dari Kabupaten Gowa (40 hari), lalu ke Cape Town Afsel (10 hari), dan Provinsi Banten (10) hari. KKN ini menjadi wahana pembuka wawasan mahasiswa bahwa ada jejak pengabdian tokoh berdarah Sulsel yang harus selalu dijaga dan dirawat dalam bingkai sejarah.

KKN Afsel satu dari sekian banyak karya IYL untuk masyarakat Sulsel. Lahir di pengujung bakti periode keduanya menjabat Bupati Gowa. Benih program KKN Nafak Tilas Syech Yusuf Al-Makassary disemai ketika IYL menghadiri penandatanganan MoU antar Unhas-Pemkob Gowa di awal tahun 2016.

Beliau hadir di Rektorat lantai 4 bersama Ibu Rektor Unhas, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu dan jajaran. Saat sesi tanya jawab usai penandatanganan MoU dibuka, saya selaku pengelola KKN Unhas, bertanya dan mengusulkan program KKN sebagai salah satu bagian implementasi MoU kedua belah pihak. Usul itu adalah “Bolehkah KKN Unhas tahun 2016 melakukan KKN Nafak Tilas ke Afrika Selatan?”.

Sontak, IYL merespons positif. Berjanji segera merealisasikan program strategis sektor budaya dan pariwisata ini. Langkah awal yang terealisasi di tempat itu adalah mendapuk Kepala Dinas Pendidikan Gowa, Idris Kadir (alm), sebagai penanggung jawab KKN Afsel.

Di benak saya terbersit, keraguan apa lagi yang perlu ada terkait political will sosok Ichsan Yasin Limpo? Tak lama berselang, tekad itu akhirnya diejawantahkan IYL dalam bentuk pijakan kebijakan nyata. Memasukkan pelaksanaan KKN Afsel dalam mata anggaran APBD Pemkab Gowa 2016.

Julukan Mr Komitmen sungguh layak melekat di pundaknya! Akhirnya, sempurnalah pelepasan KKN Internasional Gelombang 93 tahun 2016. Menjelajah ke empat negara, menerabas dua benua. KKN Jepang, Malaysia, Thailand, dan Cape Town Afrika Selatan.

Program ini menjelma menjadi salah satu spektrum akselerasi akademik dari Timur (Baca : KKN Unhas). Sukses berjalan 2 angkatan, pada tahun 2016 s/d 2018. Berhasil memberangkatkan 16 mahasiswa Unhas dari berbagai bidang Ilmu ditambah pengelola KKN, Pimpinan Universitas, dan pejabat teras Pemkab Gowa. Berkat perjuangan IYL, KKN Afsel ini menggema sebagai inspirasi bagi pengelola KKN di penjuru tanah air.

Sejarah ini layak diukir dengan Tinta emas. Bahwa kerja sama Unhas-Pemkab Gowa, plus political will Ichsan selaku pemimpin, melahirkan sebuah karya nyata yang menjadi monumen penghormatan Syekh Yusuf sebagai tokoh sekaligus pahlawan 2 negara; Indonesia-Afrika, yang lahir di Tanah Gowa.

Sebagai pejuang, dunia mencatat kontribusi kepemimpinan Syekh Yusuf dalam menebar ajaran Islam. Jejaknya membentang mulai dari jazirah Nusantara, Colombo, dan Afrika Selatan.

Ichsan dan gagasannya ikut menegaskan dan melestarikan masyarakat Gowa sungguh mengagumi local genius Syeck Yusuf.

Seragam Baru Paskibraka hanya Bagi yang Berhijab

Bandar Narkoba Pemasok Sabu-sabu ke Nunung Diburu 3 Tim

Oknum Bankir Berjudi, Pakai Dana Nasabah

KKN Afsel yang melintas batas benua dan Samudera atlantik itu menyisakan pengalaman bagi mahasiswa KKN Unhas sebagai penerus bangsa. Menimba pengalaman dan pelajaran terbaik bagi generasi muda untuk menyelami karakter teguh dan berani menghadapi tantangan, sebagaimana yang menetes dalam darah Syekh Yusuf. Juga, meresapi tingginya heroisme Syekh Yusuf melawan penjajahan di Banten hingga di benua Afrika.

Kami, keluarga besar Unhas, serta seluruh jebolan KKN Afsel sudah merasakan amal jariyah ini. Tak ada yang sanggup kami lakukan kecuali melepasmu dengan ikhlas diiringi doa terbaik. Selamat Jalan pejuang KKN Afsel dan pecinta Syekh Yusuf. Ladang amalmu penolong terbaik hayatmu menghadap Sang Pencipta.

Allahummaghfirlahu, Allaahummaghirlahu, Allahummaaghfirlahu, Amien YRA. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...