Tim Teknis Kasus Novel Baswedan Mulai Bekerja Agustus

0 Komentar

Bovel Baswedan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Pembentukan tim teknis polri untuk kasus Novel Baswedan hampir rampung. Mereka sudah harus bekerja Agustus ini.

Dalam kasus penyerangan Novel Baswedan, Amnesty International Indonesia, berencana membawa kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan ke Kongres Amerika Serikat atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Keputusan ini diambil sebagai bentuk keprihatinan karena tak kunjung ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, adanya wacanan tersebut tidak akan mengganggu pekerjaan tim teknis untuk menindaklanjuti temuan Tim Pencari Fakta (TPF). Hal-hal di luar itu, tidak menjadi fokus dari tim teknis.

“Nggak ada kaitannya. Tim teknis tetap fokus dalam upaya penegakan hukum sesuai dengan fakta hukum yang ditemukan,” ujar Dedi di Mabes Polri Jakarta Selatan, Selasa (30/7).

Lebih lanjut, Dedi mengatakan pembentukan tim teknis sudah hampir rampung. Hampir 90 personil terbaik dipilih untuk mengungkap kasus Novel. Dengan kekuatan ini diharapkan kasus bisa segera dipecahkan. “(Tim teknis) bekerja mulai Agustus,” tambahnya.

Sementara itu, terkait tenggat waktu 3 bulan yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Polri untuk menuntaskan kasus ini, Dedi tetap optimis bisa memenuhinya. “Insya Allah mohon doanya masyarakat untuk mensupport tim agar hasilnya maksimal,” pungkasnya.

Boris Brexit

80 Koperasi di Batang Mati Suri

Gas Melon Langka, Restoran Dirazia, 42 Tabung Gas Disita

Sebelumnya, Tim Pencari Fakta (TPF) menduga kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan berkaitan dengan setidaknya 6 kasus high profile yang ditangani korban. Oleh karena itu TPF mendorong agar Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian membentuk tim teknis guna mengungkap kasus ini.

Selain itu rekomendasi ini juga berdasarkan adanya fakta satu orang tidak dikenal mendatangi rumah Novel pada 5 April 2017. Ditambah pada sehari sebelum peristiwa penyiraman ada dua orang tidak dikenal yang duduk di dekat tempat wudhu Masjid Al-Ikhsan tempat Novel melaksanakan salat subuh saat penyerangan terjadi.

Dari temuan itu, TPF meminta Polri membentuk tim untuk mendalami temuan tersebut. Pemrintaan itu pun diamini oleh Polri. Kabareskrim Polri Komjen Pol Idham Azis ditunjuk untuk memimpin tim ini. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...