Izin SKT FPI Tak Terbit, Dahnil: Ayolah Setop Kebencian Politik

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Izin SKT FPI terus menuai polemik akibat masih tertahan di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sejumlah asumsi pun bermunculan.

Juru bicara Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak ikut berkomentar terkait nasib perpanjangan izin surat keterangan terdaftar (SKT) Front Pembela Islam (FPI) sebagai sebuah organisasi kemasyarakatan (ormas) yang belum juga diterbitkan Kemendagri.

Dahnil berkomentar atas nama pribadi lewat akun Twitternya @Dahnilanzar, pada Rabu malam (31/7), Pukul 21.41 WIB. Dahnil menilai, sangat naif bila alasan tidak memberikan perpanjangan izin FPI karena dianggap tidak Pancasilais.

“Mhn maaf, bagi saya naif, bila alasan untuk tdk memberikan izin kpd FPI krn dianggap tdk pancasilais,” cuit Dahnil.

Mantan koordinator jubir pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno di Pilpres 2019 ini mendasari pandangannya, karena melihat FPI selama ini aktif merawat nilai-nilai Pancasila.

“Krn faktanya mrk ikut merawat Pancasila bersama2 anak bangsa lainnya,” kata Dahnil.

Dahnil menduga perpanjangan izin FPI sebagai sebuah ormas belum juga diterbitkan pemerintah karena ormas yang dibesarkan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab itu berbeda sikap politik dengan pemerintahan saat ini.

“Terang alasannya krn FPI berbeda sikap politik, itu kok. Ayolah setop kebencian politik, tumbuhkan dialog,” cuit Dahnil.

Cuitan Dahnil telah diretweet sebanyak 895 kali dan disukai sebanyak 4.000 kali hingga Kamis (1/8), Pukul 10.51 WIB. Salah seorang yang ikut meretweet yaitu Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon.

Kerja Sama Jepang dan Sulsel, Komoditas Perikanan Jadi Prioritas

Pemprov Sulsel Usul 543 Formasi CPNS

Eks Kepala BPPN Bebas, KPK Bisa Gugat Perdata Kejar Rp4,5 T

Cuitan Dahnil juga ditanggapi beragam oleh netizen. Di antaranya datang dari Indonesia Hebat lewat akun @BadjaNuswantara.

“FPI punya bidang penegakan khilafah. FPI sdg merawat Pancasila? Mendorong pembubaran FPI, anda menyelamatkan anggota FPI dr eksploitasi oknum2 tak bertanggungjawab. FPI rusuh anggota yg jd korban. Anggota bantu bencana, petinggi yg mendapat nama. Sudahlah! #BubarkanFPI,” cuitnya.

Sebelumnya, Habib Novel Bamukmin menuding ada banyak kepentingan politik, yang menyebabkan pemerintah belum menerbitkan perpajangan izin SKT FPI.

Kecurigaan muncul, kata salah seorang tokoh PA 212 itu, karena pemerintah merasa masih perlu mengecek apakah FPI masih menerima Pancasila atau tidak.

“Ada kepentingan politik yang memandang FPI sebagai ancaman eksistensi mereka, diduga adanya kepentingan membela ideologi komunis, kemungkaran, serta membela asing dan aseng,” ujar Habib Novel ketika dihubungi, Rabu (31/7). (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...