Pendataan Akun Medsos Dituding Berlebihan

Kamis, 1 Agustus 2019 13:09

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR-– Rencana Kementrerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mendata akun media sosial (medsos) warga kampus, termasuk mahasiswa mendapat respons beragam.Bagi mahasiswa, rencana tersebut dianggap berlebihan. Bahkan,mengangapnya hal yang tidak tepat, karena kondisi kampus saat ini masih tergolong kondusif. Indikasi melakukan tindakan radikalisme melalui medsos pun dinilai berlebihan.Rencana tersebut digulirkan Kemenristekdikti untuk mencegah penyebaranradikalismeSalah seorang mahasiswa Universitas Fajar (Unifa), Erwin Atmajaya mengemukakan, imbauan Menteri Ristekdikti, Mohamad Nasir mesti ditinjau lebih lanjut. Sebab, itu bisa mematikan gagasan dan wacana-wacana mahasiswa di kampus karena selalu dianggap melakukan tindakan radikalisme. Utamanya melalui medsos.”Menurut saya kurang wajar, karena mahasiswa akan merasa terpantau setiap aktivitasnya di medsos. Dampaknya, mahasiswa akan enggan melakukan kegiatan literasi berbau kritis lewat medsos, atau mengkritisi kebijakan, karena takut dianggap terpapar paham radikalisme,” tegas mahasiswa Ilmu Komunikasi itu, Selasa, 30 Juli.Dia mencontohkan, wacana seputar ilmu pengetahuan yang mungkin harus dikaji secara mendalam, seperti ideologi, agama, dan budaya melalui medsos. Wacana seperti itu, menurut Erwin, bisa saja itu ditafsirkan sebagai upaya penyebaran radikalisme bila dicemaskan secara berlebihan.Ketua Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia (IMIKI) Pengurus Perguruang Tinggi (PPT) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Nurkhalis menilai, rencana pendataan akun medsos ini sebenarnya tepat dilakukan. Hanya saja, ada juga segelintir orang yang pasti merasa dirugikan dan dibatasi hak dan kebebasannya dalam bermedsos.

Bagikan berita ini:
1
7
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar