Petinggi BUMN OTT KPK, Serikat Pekerja Bilang Memalukan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arief Poyuono menilai aksi pejabat dua perusahaan pelat merah yang kena operasi tangkap tangan atau OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sangat memalukan.

Pernyataan itu disampaikan Arief merespons OTT tim KPK terhadap Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II, Andra Y Agussalam dan direksi PT INTI yang juga BUMN. Totalnya KPK memgamankan lima orang dengan uang dugaan suap sekitar Rp1 miliar dalam bentuk mata uang asing.

“Yang sangat memalukan lagi yang ketangkap dalam operasi OTT melibatkan direski PT INTI yang juga adalah BUMN. Jadi kerja sama antar-BUMN ternyata juga sarat korupsi ya,” ucap Arief di Jakarta, Kamis (1/8).

Pria yang juga menjabat Wakil Ketua Umun DPP Gerindra itu, memuji aksi lembaga antirasuah itu dalam OTT tersebut yang disebutnya makin konclong karena menjerat petinggi dua BUMN.

“Ini tugas KPK untuk membongkar konspirasi jahat korupsi kakap di Angkasa Pura II yang (diduga), juga melibatkan direksi Angkasa Pura II Dan PT INTI,” tegas Arief.

Pihak menilai, OTT KPK ini bisa menjadi dasar pertimbangan bagi Menteri BUMN Rini Soemarno dalam melakukan bersih-bersih di perusahaan pelat merah tersebut.

Suami Fairuz A Rafiq Doakan Album Galih Sukses dari Tahanan

Maju di Pilkada Manado 2020, Enda Ungu: Kenapa Enggak

Arief Poyuono Absen di Istana, Katanya Diundang Makan Siang

“Ini bisa jadi dasar bagi menteri BUMN untuk mencopot semua direksi Angkasa Pura II dan PT INTI agar mempermudah penyelidikan KPK,” tandasnya.

Direktur Keuangan Angkasa Pura II, Andra Y Agussalam diciduk Tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Jakarta, Kamis, (1/8) dini hari.

KPK juga mengamankan uang puluhan dollar Singapura dari operasi kedap tersebut. Andra dicokok bersama empat orang lainnya yang terdiri dari unsur jajaran Direksi PT AP II dan pegawai dari PT INTI di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan.

“Jadi ada unsur direksi atau salah satu direktur di PT AP II,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (1/8) dini hari.

Pihak-pihak yang diamankan langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hingga saat ini sudah empat orang digelandang ke gedung antirasuah termasuk di dalamnya Direktur Keuangan Angkasa Pura II. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...