Prabowo Subianto Diingatkan Tak Lupakan Habib Rizieq

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Prabowo Subianto diingatkan tidak melupakan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab. Hal itu disuarakan Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma.

Lieus menyadari Prabowo Subianto kalah di Pemilihan Presiden 2019, tetapi mantan Danjen Kopassus itu diharapkan tetap mau memikirkan nasib Habib Rizieq.

“Itu ada janji dari Prabowo di Ijtimak Ulama II dalam butir 16, balikin Habib Rizieq kalau menang. Kalau kalah bukan berarti tidak ada kewajiban balikin kan. Karena apa? Habib Rizieq ini adalah Imam Besar FPI,” kata Lieus, Rabu (31/7).

Mengenai janji itu, kata Lieus, dirinya belum menemui Prabowo. Namun, Lieus sudah menghubungi Amien Rais atas petunjuk Titiek Soeharto.

“Kami sampaikan supaya Habib Rizieq balik. Ini yang paling bisa Pak Amien Rais. Saya sudah hubungi Pak Amien Rais, cuma hasilnya apa, saya juga belum tahu,” kata Lieus.

Meski begitu, Lieus menekankan bahwa pihaknya terus menyuarakan isu kepulangan Rizieq ke tanah air. Lieus menganggap Rizieq harus pulang untuk kembali bersama menuntun umatnya. “Ini demi kepentingan bangsa dan negara,” kata eks Koordinator Rumah Aspirasi Prabowo – Sandi ini.

Pasalnya, hingga saat ini, upaya pemulangan Habib Rizieq tidak ada kejelasan. Bahkan, tokoh FPI itu tidak bisa meninggalkan Arab Saudi atas permintaan pemerintah Indonesia.

Polwan, TNI, hingga ASN Terjaring Razia di THM

Yekaterina Karaglanova, Selebgram Dibunuh dan Leher Digorok

Padamkan Karhutla di 5 Provinsi, Libatkan 5.929 Personel Gabungan

Prabowo Subianto yang mendapat dukungan dari hasil rapat Ijtimak Ulama II menandatangani pakta integritas berisi 17 poin kontrak politik yang harus dijalankan Prabowo apabila nanti memimpin Indonesia. Salah satunya, Prabowo harus memulangkan Habib Rizieq Shihab dan diberikan keadilan.

“Siap menggunakan hak konstitusional dan atributif yang melekat pada jabatan presiden untuk melakukan proses rehabilitasi, menjamin kepulangan serta memulihkan hak-hak Habib Rizieq Shihab sebagai warga negara Indonesia, serta memberikan keadilan kepada para ulama, aktivis 411, 212, dan 313 yang pernah/sedang mengalami kriminalisasi melalui tuduhan tindakan makar yang pernah disangkakan. Penegakan keadilan juga perlu dilakukan terhadap tokoh-tokoh lain yang mengalami penzaliman,” demikian isi petikan poin 16.

Menyikapi poin tersebut, Prabowo mengaku siap untuk menjalankannya. “Saya berjanji akan berbuat yang terbaik untuk ijtimak ulama,” kata Prabowo kala itu. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...