Gedung Rp3 Miliar Jadi Pajangan, Pengrajin Besi Menolak Pindah

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Gedung Sentra IKM Pengelolaan Logam, Dinas Perindustrian Kabupaten Bone hanya menjadi pajangan saja di Dusun Bilae, Desa Lappoase, Kecamatan Awangpone. Pasalnya, sejak selesai dibangun pada 2018 hingga sekarang tak pernah terpakai.

Malah para pengrajin besi masih tetap bertahan di depan rumahnya masing-masing di Dusun Abbolange. Jarak pabrik itu juga dari kota sekitar 12 km.

Dari informasi yang dihimpun rincian pengembangan revitalisasi Sentra IKM (gudang pengrajin besi) sesuai yang tertulis pada APBD tahun 2016 senilai Rp3,1 miliar. Namun berdasarkan lelang pembangunan konstruksi Rp1,6 miliar ditambah pemotongan DAK Rp890 juta, serta pembebasan lahan Rp100 juta.

Ketua Pengrajin Besi, Mappatang mengatakan, pusat pengrajin besi di Bone memang berada di Dusun Abbolange. Ada sekitar 22 pengrajin besi keseluruhan dan semuanya memiliki pekerja masing-masing.

“Gedungnya memang belum difungsikan. Banyak kendala juga, dan tidak ada panre bessi (pengrajin besi) mau pindah. Aksesnya jauh, tanahnya juga tidak cocok,” katanya saat ditemui di rumahnya, Kamis (01/08/2019) kemarin.

Sementara Kabid Industri Dinas Perindustrian Bone, Muhammad Nasrum mengaku, pabrik itu memang belum jalan karena anggarannya belum dialokasikan. Padahal pejabatnya sudah ada. “Sudah dilantik Kepala UPTD Logam. Kenapa belum beroperasi karena masalah keamanan, pagar belum dikerja,” ucapnya.

Kata dia, ada dua gedung yang dibangun di sana. Pertama gedung produksi dan dilanjutkan dengan kantornya. Gedung produksi itu dibangun tahun 2017 saat Perindustrian dan Perdagangan belum terpisah. Saat itu Kadisnya, Sumardi Sulaiman (sekarang Kepala Bapenda Sulsel).

“Selesai gedung produksinya saat itu, kita lanjutkan kantornya dengan pagar di depan. Anggaran produksi dari DAU Rp750 juta. Kalau gedung satunya saya tidak tau anggarannya,” sebut Nasrum. (gun)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...