Orang Dalam


Seperti spontan saja. Kalimat itu meluncur begitu saja. Tanpa rencana.Saya memang minta banyak syarat. Untuk mau diangkat jadi Dirut PLN. Salah satunya: saya hanya mau maksimal tiga tahun.Saat itu saya baru merintis berdirinya pesantren internasional di Magetan. Untuk memperbaiki madrasah keluarga. Warisan leluhur. Yang lebih 100 jumlahnya. Yang 120.000 santrinya.Saya harus ikut bertanggung jawab mengembangkannya. Ternyata harus saya tinggalkan. Untuk jadi Dirut PLN.Dengan perasaan ‘bersalah’ itulah saya menjadi direktur utama. Maka saya bertekad: untuk tidak mengajak satu pun orang dari luar.Saya sudah punya pengalaman panjang. Bagaimana mengambil alih perusahaan gagal. Selalu saja saya temukan orang-orang hebat di perusahaan gagal itu.Maka saya juga sangat yakin akan menemukan orang-orang hebat di PLN. Dan saya benar-benar menemukannya. Dengan sangat mudah. Bahkan berlebih.Hasilnya sangat memuaskan. Krisis listrik cepat teratasi. Calo listrik lenyap dari bumi. Antrean lama hilang dari mayapada: untuk pasang listrik.Alhamdulilah. Tidak sampai dua tahun saya berada di kedudukan yang salah itu.

Kembangkan Potensi di Jogja, Avrist Assurance Tempati Kantor BaruPuas, Sebagian Besar Sasaran Fisik TMMD Sudah Selesai

Sekarang ini saya mengucapkan Alhamdulillah sekali lagi. Jabatan Dirut PLN sudah kembali ke ‘orang dalam’. Biar pun sifatnya masih sementara.Dan kabarnya ia tidak mau ditetapkan jadi dirut yang definitif. Sudah dua ‘orang dalam’ yang diminta mengisi jabatan itu. Namun dua-duanya tidak mau.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar

Saksikan video berikut: