PDIP Ogah Tiru Cara Nasdem Minta Jatah Menteri

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — PDIP tidak mau mengikuti langkah Partai Nasdem, yang konon sudah menawarkan sejumlah calon menteri kepada Presiden Joko Widodo.

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan, biarlah presiden yang menentukan siapa pembantunya tanpa ada intervensi dari partai politik.

“Bagi kami menyusun kabinet harus dengan kontemplasi, dilengkapi dengan data, profil setiap calon yang ada dan presiden punya opsi-opsi itulah yang harus dibahas. Seharusnya tidak ada tekan menekan di dalam penyusunan hal itu,” kata Hasto di kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Kamis (1/8).

Hasto menyadari partai politik sebenarnya punya peran memobilisasi rakyat dalam memenangkan Jokowi – Ma’ruf Amin. Namun, peran tersebut bukan berarti meniadakan hak prerogatif presiden dalam memilih pembantunya.

“Presiden tetap berdaulat dan itu juga ditunjukkan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri saat itu. Beliau menyusun kabinet dengan diam, dengan sunyi, tetapi bisa menghasilkan sosok-sosok berkaliber nasional dan internasional sehingga kabinet disebut the dream team kabinet yang mampu menyelesaikan krisis dimensi saat itu,” ujar Hasto.

Sebetulnya, Presiden Jokowi sendiri meminta partai politik dan para relawan, menyerahkan beberapa nama yang dianggap layak menjadi menteri.

Jokowi menyampaikannya dalam acara pembubaran Tim Kampanye Nasional (TKN) pada Minggu (28/7).

Markas Besar TNI Kerahkan Pesawat Intai Strategis ke Papua

Menpan RB Diprotes Keras Honorer, Ini Pemicunya

Direktur Keuangan Angkasa Pura II Terjerat Proyek Rp86 Miliar

Menurut mantan Juru Bicara TKN Arya Sinulingga, Jokowi meminta parpol yang tergabung dalam koalisi tidak hanya menyerahkan satu atau dua nama yang layak menjadi menteri. Salah satu alasannya agar ada banyak tokoh yang bisa diseleksi duduk di kursi kabinet mendatang.

“Namun, serahkanlah beberapa nama sehingga setiap kementerian itu ada beberapa alternatif. Nantinya Pak Jokowi bisa memilih yang terbaik,” kata Arya, Selasa (30/7).

Politikus Perindo itu menambahkan, sudah ada beberapa nama yang masuk ke Jokowi. Akan tetapi, hingga kini belum ada pembahasan detail.

“Beliau belum bicarakan dengan Pak Ma’ruf Amin maupun Pak JK (Jusuf Kalla),” kata dia.

Arya menilai Jokowi masih sibuk menggeber program kerja sebagai presiden. Namun, Arya meyakini mantan gubernur DKI Jakarta itu akan fokus menyeleksi kandidat menteri untuk pemerintahan periode 2019-2024.

“Jadi, kita tunggu saja nanti,” tegas Arya. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar