PKB Bilang Menteri Jokowi Harus Lebih Gila dan Pekerja Keras

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) memandang menteri-menteri Jokowi di kabinet mendatang harus lebih gila, dan pekerja keras.

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) membeberkan kriteria calon menterinya. Salah satunya adalah berani dalam bertindak, termasuk inovatif membuat program baru.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Kadir Karding mengatakan, Presiden Jokowi sangat menginginkan menteri yang pekerja keras, sama seperti dirinya. Sehingga bisa mengibanginya di pemerintahan selama lima tahun ke depan.

‎”Menteri yang diiinginkan adalah yang memiliki kemampuan di dalam mengeksekusi kegiatan-kegiatan yang ada lebih cepat, bekerja lebih keras. Karena Pak Jokowi tipologi pekerja,” ujar Karding kepada wartawan, Jumat (2/7).

Bahkan mantan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) ini menilai, menteri Jokowi harus lebih pekerja keras dari sang presiden. Menteri yang kerjanya santai sangat tidak cocok bagi mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

“Jadi, tentu menterinya juga harus lebih lebih ‘gila’ lagi daripada presidennya. Enggak boleh presidennya kerja keras, menterinya santai-santai,” katanya.

Mengenai calon menteri profesional dan dari partai politik‎, anggota Komisi III DPR ini menilai Presiden Jokowi tidak melihat latar belakang tersebut.

Sebab pembantu-pembantu terpilih, akan bekerja secara profesional yang memiliki kemampuan di bidangnya masing-masing.

“Jadi, semua profesional. Soal sumbernya dari partai atau dari masyarakat nonpartai bisa dari perguruan tinggi, kalangan pengusaha, aktivis,” ungkapnya.

Mengenai menteri di bidang ekonomi, Karding menilai wajar, jika ada persepsi bahwa harus dari nonpartai. Namun, kata dia, semuanya dikembalikan ke Presiden Jokowi yang punya hak prerogatif untuk memilih menterinya.

Warga Kalikondang Sudah Nikmati Jalan TMMD

Uni Eropa dan Tiongkok Tentang AS Soal Sanksi Javad Zarif

Suap Dirkeu Angkasa Pura II Diduga Bukan yang Pertama

“Jadi, jangan yang dicurigai kalau menteri-menteri ekonomi bisa abuse of power-nya, keuntungannya dibawa ke partai,” pungkasnya.

Sebetulnya, Presiden Jokowi sendiri meminta partai politik dan para relawan, menyerahkan beberapa nama yang dianggap layak menjadi menteri. Jokowi menyampaikannya dalam acara pembubaran Tim Kampanye Nasional (TKN) pada Minggu (28/7).

Mantan Juru Bicara TKN, Arya Sinulingga, Jokowi meminta parpol yang tergabung dalam koalisi tidak hanya menyerahkan satu atau dua nama yang layak menjadi menteri. Salah satu alasannya agar ada banyak tokoh yang bisa diseleksi duduk di kursi kabinet mendatang.

“Namun, serahkanlah beberapa nama sehingga setiap kementerian itu ada beberapa alternatif. Nantinya Pak Jokowi bisa memilih yang terbaik,” kata Arya, Selasa (30/7). (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar