Tidak Miliki NIK, 5.602 Peserta BPJS Kesehatan di Sinjai Dinonaktifkan

Jumat, 2 Agustus 2019 - 08:23 WIB
Ilustrasi: pemerintah memberikan dana segar ke BPJS Kesehatan sebesar Rp 5,2 triliun. (Rangga/Metropolitan/Jawa Pos Group)

FAJAR.CO.ID, SINJAI — Sebanyak 5.602 peserta BPJS Kesehatan di Sinjai dinonaktifkan. Pasalnya, ribuan peserta BPJS Kesehatan tersebut tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). Mereka masuk dalam kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN.

Kepala BPJS Sinjai, Saleh menjelaskan, secara keseluruhan sebanyak 5,2 juta peserta BPJS dinonaktifkan. Di Sinjai 5.602 peserta dari 80 ribu lebih peserta PBI yang ditanggung pemerintah pusat melalui APBN.

Ribuan peserta BPJS itu diusulkan untuk dinonaktifkan karena tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). Juga disebabkan karena pemilik kartu tidak pernah melakukan layanan kesehatan.

Sehingga mereka diduga telah meninggal dunia, pindah domisili atau terdaftar sebagai pegawai swasta. “Sebenarnya hari ini sudah mulai dinonaktifkan tetapi ditunda hingga beberapa hari ke depan karena ada kendala teknis,” bebernya, Jumat (2/8/2109)

Meski demikian, ribuan peserta yang dinonaktifkan itu secara otomatis diganti dengan masyarakat yang miskin dan terdaftar dalam Basis Data Terpadu (BDT).

“Jadi kuota tetap sama, bahkan ada penambahan, sebelum itu dilakukanlah pembersihan secara besar-besaran untuk merapikan data,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengelola Informasi dan Basis Data Terpadu Dinas Sosial Sinjai, Muhibuddin menambahkan, data yang dinonaktifkan tersebut tidak masuk dalam basis data terpadu.”Selama ini juga tidak dilengkapi dengan NIK dan nomor Kartu Keluarga,”kuncinya. (sir).

Loading...