Uni Eropa dan Tiongkok Tentang AS Soal Sanksi Javad Zarif

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, TEHERAN– Uni Eropa dan Tiongkok menyesahkan keputusan AS menjatuhkan sanksi terhadap Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif.

Carlos Martin Ruiz de Gordejuela, juru bicara Komisi Eropa untuk kerja sama dan pengembangan internasional menegaskan hal itu.

“Kami menyesali keputusan ini, dan dari pihak kami, kami akan terus bekerja dengan Tuan Zarif sebagai diplomat paling senior Iran, dan mengingat pentingnya mempertahankan saluran diplomatik,” kata juru bicara Uni Eropa itu kepada wartawan seperti dilansir Iranian, Jumat, 2 Agustus.

Pada saat yang sama, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying juga mengecam keputusan Washington.

“Kami telah mencatat pernyataan pihak AS dan reaksi Mr. Zarif sendiri. Posisi pihak Tiongkok dalam masalah ini sangat jelas. China menentang tindakan sepihak AS… Kami pikir itu tidak memfasilitasi solusi dari masalah ini, ”kata Hua pada suatu taklimat.

Dia menekankan bahwa negosiasi dan dialog adalah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah.

“AS telah berulang kali menyatakan bahwa mereka siap untuk mengadakan pembicaraan dengan Iran tanpa prasyarat. Kami berharap bahwa tindakan Amerika Serikat tidak akan menyimpang dari pernyataan mereka, ”kata juru bicara itu.

Departemen Keuangan AS mengumumkan awal pekan ini bahwa Washington telah menjatuhkan sanksi pada Zarif. Pada saat yang sama, Menteri Keuangan, Steven Mnuchin mengklaim bahwa Amerika Serikat tidak akan mengakui peran Zarif dalam negosiasi potensial perjanjian nuklir baru dengan Teheran.

Drummer Sheila 0n 7, Mantu Bugis

Suap Dirkeu Angkasa Pura II Diduga Bukan yang Pertama

Gubernur DKI Ajak Distribusi Daging Kurban Tak Pakai Plastik

Presiden Iran, Hassan Rouhani menyebut sanksi itu “perilaku kekanak-kanakan” dan mengatakan bahwa Washington telah “kehilangan kekuatan pemikiran rasional”.

Ketegangan antara AS dan Iran meningkat setelah Washington secara sepihak menarik keluar dari perjanjian nuklir 2015 dengan Republik Islam pada Mei 2018 dan mengembalikan semua sanksi terhadap negara itu, yang menyatakan mereka akan membawa ekspor minyak Iran ke nol.

Tepatnya satu tahun setelah langkah AS, Teheran menyatakan akan menangguhkan sebagian kewajiban berdasarkan perjanjian. Pada saat yang sama, AS meningkatkan jumlah pasukan di wilayah tersebut, yang terjadi di Timur Tengah. (sah)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...