Bandar Narkoba Banyak Beroperasi di Kawasan Padat Penduduk

0 Komentar

FAJAR.co.id, MAKASSAR — Peredaran narkoba cukup intens di kawasan padat penduduk. Bandar narkoba kerap mengeksploitasi kawasan ini untuk menyulitkan penuntasan target operasi.

Satu keluarga di Pannampu ditangkap karena terlibat jaringan bisnis narkoba, Kamis, 1 Agustus. Mereka juga mengeksploitasi kawasan padat penduduk untuk memudahkan pergerakan.

Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika mengatakan, pelaku peredaran narkoba di kawasan padat penduduk biasanya punya ikatan kekeluargaan.

“Mereka saling memberitahu kalau ada pihak kepolisian yang masuk. Kan pernah terungkap penemuan handphone, ada pesan pemberitahuan itu,” ungkapnya.

Kampung padat penduduk dimanfaatkan para pengedar dengan anggapan memudahkan saat melarikan diri. “Berusaha tidak terdeteksi,” jelasnya.

Banyak kurir dan pengedar yang berhasil dibekuk namun jaringanya terputus. “Pengawasan pun diperketat. Tak hanya daerah padat penduduk, jalur masuk juga dijaga begitu ketatnya,” ungkapnya.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel, Brigjen Pol Idris Kadir mengatakan, banyak program yang diarahkan ke kawasan yang terdeteksi menjadi peredaran narkoba untuk mencegah penyebaran narkoba di lingkup keluarga.

“Penyebabnya, mereka tergiur dengan apa yang mereka dapatkan, sehingga satu per satu berkecimpung di dunia itu tanpa memikirkan dampak hukumnya. Apalagi sudah merasa dapat keuntungan,” kata Idris.

Ia tak menampik, keterlibatan satu keluarga bisa dipicu oleh iming-iming tetangganya. Kampung Sapiria masuk dalam radar merah BNN Sulsel. (ans-mam/rif)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...