Mendidik Pencinta Alquran di Rumah Gerakan Berbuat Baik, Tak Sekadar Mengaji, Juga Mengamalkan

Sabtu, 3 Agustus 2019 - 12:59 WIB
CINTA ALQURAN. Komunitas Dari Masa Ke Masa (DMKM) melakukan kunjungan sekaligus berbagi rezeki di Rumah Gerakan Berbuat Baik di Jl Dahlia, Jumat, 2 Agustus. Hadir antara lain, Fatimah Kalla, Hj Liestiaty F Nurdin, dan Majdah Agus Arifin Nu'mang. FOTO: (NURHADI/FAJAR)

Di rumah singgah RGBB, membaca Alquran bukan sekadar amalan. Juga diamalkan.

Laporan: DEWI SARTIKA

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sebuah rumah berukuran 3×4 meter persegi, berdiri di antara bangunan menjulang tinggi. Bentuknya sederhana.

Dindingnya terbuat dari tripleks. Atapnya, seng. Sudah mulai berwarna cokelat karena sengatan matahari.

Bagunan itu bukan pemukiman warga, melainkan rumah Rumah Singgah. Berdiri dua tahun silam oleh Rumah Gerakan Berbuat Baik (RGBB). Lokasinya di Jl Dahlia lorong 312 Mariso.

Nah, di hari ulang tahun ke-40 komunitas Dari Masa Ke Masa (DMKM), Rumah Singgah menjadi ramai. Sekitar 20 orang pengurus DMKM datang bersilaturahmi.

Mereka membawa beberapa karung beras untuk dibagikan. Tak ketinggalan beberapa tumbler atau botol minum untuk mengurangi pemakaian botol plastik.

Sebagai tuan rumah, kader-kader Rumah Singgah menyambut ramah bersama anak-anaknya. Beberapa karya anak-anak ditunjukkan.

Salah satunya gambar kaligrafi Alquran yang dipajang di dinding. Penggagas Rumah Singgah RGBB dan Ketua Pembina Forum Kajian Cinta Alquran (FKCA), Majdah Muhyiddin Zain mengatakan, Rumah Singgah ini dari program yang dijalankan FKCA. Mengamalkan baca tulis Alquran di beberapa tempat.

Maka disasarlah perkampungan kumuh padat penduduk. Mereka bukan hanya menghafal Alquran, tetapi bisa mengamalkan. Salah satunya dengan mendirikan rumah gerakan berbuat baik yang melahirkan rumah singgah ini.

“Inilah yang dipakai sebagai wadah mereka belajar dan juga sering didatangi beberapa komunitas untuk sekedar berbagi,” ucapnya.

Istri Gubernur Sulsel, Liestiaty F Nurdin yang turut hadir di Rumah Singgah mengatakan, Rumah Singgah ini salah satu wadah untuk ibu-ibu menyemangati dirinya belajar. Bisa dilihat tak semua yang bisa membaca tapi bisa mengaji.

“Rumah Singgah ini memang dibuat untuk mengajak dan mengajar mereka yang mau belajar,” ucapnya. (*)