Antisipasi Perceraian, ACT Jateng Gelar Humanity Parenting Class

Minggu, 4 Agustus 2019 19:02
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Ketidakharmonisan keluarga yang berujung gugatan perceraian menunjukkan tren yang selalu menanjak dari tahun ke tahun.Berdasarkan data yang dihimpun dari Pengadilan Agama Kelas I A Kota Semarang, ditemukan 345 perkara gugatan cerai pada Januari lalu.Dan Semarang menduduki peringkat ketiga di Jawa Tengah dengan kasus gugatan cerai tertinggi setelah Cilacap dan Brebes.Aksi Cepat Tanggap (ACT) sebagai lembaga kemanusiaan merespon hal tersebut salah satunya dengan menginisiasi program Humanity Parenting Class, Sabtu (3/8).“Berdasarkan data kami, erat kaitannya antara faktor ekonomi dengan tingginya angka perceraian. Ditambah dengan minimnya pemahaman peran suami-istri dalam berumah tangga berimplikasi pada buruknya metode mendidik anak,” terang Giyanto selaku Head of Partnership ACT Jawa Tengah.Program parenting class ini diakui Giyanto akan sejalan dengan program pengentasan kemiskinan yang dilakukan ACT.“Alhamdulillah di Jawa Tengah, ACT sudah memiliki desa binaan tersebar di 14 kecamatan yang akan kita fasilitasi agar mereka sejahtera secara ekonomi. Selain itu kita juga akan mengedukasi masyarakat melalui program Humanity Parenting Class agar terangkat pula moralitas masyarakatnya,” kata Giyanto.Semantara itu, Darosy Endah Hyoscyamina selaku pemateri dalam Humanity Parenting Class meyakini bahwa negara yang sejahtera dimulai dari harmonisnya keluarga.”Keluarga adalah fondasi yang paling utama, saya yakin di dalam keluarga yang baik, akan melahirkan masyarakat yang baik, masyarakat yang baik budi pekerti dan akhlaknya akan menjadikan Indonesia jauh lebih baik,” jelasnya.

Bagikan berita ini:
10
6
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar