Front Pembela Islam Punya Misi Reformasi Moral

Minggu, 4 Agustus 2019 21:30
Front Pembela Islam Punya Misi Reformasi Moral

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Front Pembela Islam (FPI) yang sedang mengurus perpanjangan surat keterangan terdaftar (SKT), sebagai ormas keagamaan merasa terus-menerus disudutkan.Tagar #BubarkanFPI di media sosial menjadi salah satu contoh aspirasi di masyarakat, yang mendesak pemerintah melarang ormas yang didirikan M Rizieq Shihab tersebut.Menurut Ketua Bantuan Hukum FPI, Sugito Atmo Pawiro, serangan dengan rasa benci luar biasa terus menyerang ormas yang bermarkas di Petamburan, Jakarta Pusat itu.“Pengusung kebencian yang memprovokasi pembubaran FPI tidak memahami latar belakang hadirnya kami sebagai ormas Islam yang inklusif,” kata Sugito ketika dihubungi, Minggu (4/8).Menurut dia, FPI mengusung misi amar maruf nahi munkar untuk menyelesaikan berbagai problema kemanusiaan, dengan pendekatan keislaman melalui kerja kolektif seluruh umat Islam.Karena itu Sugito menyebut pihak-pihak yang tak menyukai FPI tak tahu sejarah.Mereka tidak menyadari bahwa FPI didirikan oleh habaib, ulama, mubalig, aktivis muslim, dan umat Islam serta dipelopori oleh Muhammad Rizieq Shihab pada 17 Agustus 1998, di Pondok Pesantren Al-Umm Ciputat dengan.

Trika Irianta Kembali Jabat Ketua POGI Makassas

Bagikan berita ini:
7
5
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar