Gempa Banten Sudah Menewaskan 6 Orang

Minggu, 4 Agustus 2019 - 16:10 WIB

FAJAR.CO.ID, BANTEN– Korban jiwa akibat gempa bumi bermagnitudo 6,9 skala richter (SR) yang mengguncang Provinsi Banten, Jakarta, dan Jawa Barat terus bertambah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Minggu (4/8) pada pukul 10.00 WIB tercatat enam orang meninggal dunia serta tiga lainnya luka-luka.

“Jumlah total meninggal dunia enam orang, luka-luka tiga orang. Terdampak kurang lebih 136 KK dan 33 jiwa mengungsi ke rumah kerabat,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo dalam keterangannya, Minggu (4/8).

Agus menjelaskan, data korban meninggal tersebut berhasil diidentifikasi dari sejumlah wilayah. Diantaranya, terdapat satu korban meninggal dunia di Kabupaten Pandeglang, tiga orang di Kabupaten Lebak dan dua orang di Kabupaten Sukabumi.

“Untuk korban mengungsi sebanyak 1.000 orang di Provinsi Lampung telah pulang ke tempat tinggal masing-masing,” ucap Agus.

Selain itu, dampak dari gempa Banten yang berpusat di Laut Samudera Hindia Selatan itu juga mengakibatkan kerugian material. Menurutnya, kerugian material itu berupa kerusakan bangunan rumah warga, sarana pendidikan, kantor desa, dan rumah ibadah.

“Rinciannya, 13 unit rumah rusak berat, 50 unit rumah rusak sedang, 408 unit rumah rusak ringan, satu unit bangunan penggilingan padi rusak ringan, 19 unit sarana pendidikan rusak ringan, satu unit kantor desa rusak ringan dan 13 unit masjid rusak ringan,” terang Agus.

Jusuf Kalla hingga Sri Mulyani Lomba Makan Kerupuk

Lindungi Lahan Pertanian, Purwakarta Tolak Izin Pembangunan Perumahan

Optimis, Semua Sasaran Fisik TMMD Kalikondang Rampung

Minggu Sehat Bersama Iqbal Suhaeb di Kecamatan Ujung Tanah

Sebelumnya, BNPB memberikan apresiasi kepada masyarakat yang sudah cepat tanggap ketika gempa 6,9 terjadi pada Jumat (2/8) nalam. Mereka langsung menyelamatkan diri ke dataran tinggi.

“Walaupun masih panik. Tapi sudah merespon apa yang disosialisasikan,” ucap Agus, Sabtu (3/8) kemarin.

Agus juga memastikan sudah tidak ada lagi warga yang mengungsi. Semuanya sudah kembali ke rumah masing-masing. Hal itu menyusul peringatan dini tsunami yang sudah dicabut.

“Yang mengungsi sudah habis. Mereka mulai kembali atau menumpang di tetangga dan saudara. Karena tidak ada bangunan yang sampai runtuh total,” pungkas Agus.

Tim BNPB sendiri masih akan tetap berjaga di area terdampak gempa sampai Senin pekan depan. Mereka akan melakukan penyisiran memastikan tidak ada korban jiwa lagi dan pendataan apabila ada kerusakan bangun lainnya. (jp)