Syamsuddin Radjab Bicara Fenomena Politisi Kutu Loncat di Diskusi DPP BM PAN


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Generasi Milenial dan penguatan masa depan demokrasi terus menjadi pilihan menarik untuk diperbincangkan di forum-forum seminar dan diskusi publik. Kali ini misalnya, Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) mendiskusikan hal itu. Tema yang dipilih pada forum ini adalah “Potensi Anggota DPR RI Milenial Bagi Penguatan Partai Dan Demokrasi”.Sebagai narasumber adalah Pengamat Politik dan Hukum Universitas Muslim Indonesia, Syamsuddin Radjab, Anggota DPR RI terpilih Dapil Jabar IX, Farah Puteri Nahlia, dan Anggota DPR RI terpilih dapil Sultra, Fachry Pahlevi Konggoasa.Syamsuddin mengatakan generasi milenial merupakan aset masa depan bagi partai politik. Harus ada pemahaman dan konsepsi ideologi kepada merek. Juga berikan mereka kebebasan menyampaikan pemikirannya, termasuk ketika mereka mengkritik partainya.”Demokrasi yan kuat tak bisa lepas dari partai politik yang kuat. Kalau yang menjalankan pertai tidak sesuai dengan ideologi harus dikritisi. Dan generasi milenial ini adalag aset, tunas kepemimpinan partai politik,” ujar Syamsuddin di kantor BM PAN, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu, 4 Agustus.Dalam kesempatan itu, Syamsuddin juga menyoroti fenomena politisi pindah partai. Dia mengatakan politisi yang menjadi “kutu loncat” disebabkan karena sistem demokrasi yang mengarah pada liberalisme dan kurangnya pemahaman kader terhadap ideologi partai itu sendiri.”Pemilu hari ini terpilih (sebagai Anggota DPR) tapi di pemilu berikutnya pindah. Ini karena mission atau ideologi. Politisi-polotisi begini ini banyak. Bahkan beberapa keder dibajak, entah karena dibajak melalui intrumen hukum atau karena dibiayai,” tukas dia.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...