Anggota Pansus Hak Angket DPRD Lebih Banyak Bolos

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR –– Direktur Kopel Indonesia, Syamsuddin Alimsyah mengatakan, tingkat kehadiran tim pansus menjadi sorotan. Beberapa anggota pansus kehadirannya tidak maksimal. Fakta ini menurutnya sangat menyedihkan.

“Sebab publik sangat berharap sesungguhnya terhadap kinerja pansus yang maksimal. Perlu dipahami angket sebenarnya secara substansi dibentuk untuk melakukan penyelidikan atas berbagai tuduhan,” tuturnya.

Pansus harus mampu mengungkap fakta atas apa yang dituduhkan selama ini. Fakta itu bisa benar terbukti atau tidak terbukti. Dengan malasnya anggota pansus hadir, selain kinerja pansus menjadi tidak maksimal, harapan publik mendapatkan informasi yang komprehensif juga tidak didapatkan.

“Bersyukur masih ada beberapa anggota dan pimpinan bisa maksimal hadir. Namun, tidak sekadar banyak temuan atau cercaan pertanyaan banyak. Tetapi, apa rekomendasi yang akan dikeluarkan atas temuannya. Akan menjadi fatal bila salah dalam mengeluarkan rekomendasi,” terangnya.

Pemanggilan Khusus

Wakil Ketua Pansus Hak Angket, Selle KS Dalle menuturkan sidang pada Senin, 5 Agustus (hari ini) merupakan sidang terakhir. Ada empat pihak yang akan dihadirkan. Di antaranya Pokja Pengadaan Barang dan Jasa, pengusaha Anggito Sucipto, Djohermansyah Djohan selaku pakar Otoda, dan Bastian Lubis sebagai pakar keuangan.

“Pokja kami panggil karena ada dugaan pengaturan proyek. Termasuk klarifikasi adanya pemaksaan atau permintaan memenangkan proyek dari orang Wagub. Ada ancaman ke tim pokja,” bebernya.

Pihaknya juga berharap Anggu bisa hadir. Kehadirannya untuk membuktikan pencopotan Jumras karena protesnya yang mengaku dimintai fee. Kalaupun tidak hadir, pihaknya hanya akan menjadwalkan pemanggilan khusus. Tidak ada perpanjangan sidang.

“Anggu sebenarnya bukan pokok materi. Kalaupun tidak hadir, kami tetap jalan sesuai fakta dan data yang sudah ada. Sebenarnya mekanisme pencopotan yang sebenarnya kami dalami. Pengisian pejabat itu sekarang lewat lelang, tetapi ini main copot-copot saja,” bebernya.

Terkait indikasi pemakzulan, ia menyebut sama sekali belum ada gambaran. Fakta dan data masih akan dianalisis dan didalami. “Rekomendasi hasil pansus berdasar ke fakta di sidang. Belum ada itu indikasi pemakzulan. Masih jauh kesimpulannya,” terangnya. (fik/abg-zuk)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi

Comment

Loading...