Blackout PLN, Begini Komentar Eks Dirut PLN Sofyan Basir

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Dirut PLN Nonaktif, Sofyan Basir ikut mengomentari blackout PLN yang terjadi lebih dari sembilan jam pada Minggu (4/8), di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya disebut pemadaman yang terparah.

Direktur Utama PT Pembangkit Listrik Negara (PLN) nonaktif, Sofyan Basir meyakini, mantan anak buahnya tengah mencari solusi yang terbaik untuk memulihkan pasokan listrik ke masyarakat.

“Nampaknya iya ya (terparah), dari perjalanan memang kadang-kadang kalau bicara energi ya seperti itu. Kadang kita tidak tahu penyebabnya apa, saya sendiri kan bukan ahlinya ya, tapi ya solusi sedang dicari mudah-mudahan bisa selesai dalam waktu singkat,” kata Sofyan sebelum menjalani sidang perkara korupsi PLTU Riau-1 di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (5/8).

Sofyan menuturkan, dia kini tidak tahu lagi terkait padamnya listrik di wilayah Jabodetabek pada Minggu (4/8) kemarin. Menurutnya, pihak direksi langsung menangani masalah tersebut. “Udah bukan di PLN lagi. Enggak lah udah lah biar nanti diserahkan ke direksi ya,” ucap Sofyan.

Menurut Sofyan, pemadaman listrik secara keseluruhan yang terjadi di wilayah Jabodebatek bukan karena kurangnya pasokan listrik. Dia meyakini, PLN mempunyai pasokan listrik yang cukup untuk masyarakat. “Kalau soal setok enggak ada masalah,” tegas Sofyan mengomentari blackout PLN ini.

Sebelumnya, gangguan listrik yang terjadi sejak kemarin siang berangsur-angsur pulih tadi malam. Seharian kemarin PLN berupaya mengembalikan aliran listrik seperti sediakala. Pelaksana Tugas (Plt) Dirut PLN, Sripeni Inten Cahyani memimpin langsung proses perbaikan sistem pembangkit listrik. Recovery dilakukan dari pusat pengendalian beban sistem Jawa-Bali sampai ke unit-unitnya.

Inten menjelaskan, area yang paling terdampak adalah Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta. “Fokus kami mengirimkan pasokan agar sistem aliran listrik ke DKI Jakarta segera pulih,” terang Inten di Pusat Pengatur Beban (P2B) PLN Depok Minggu sore.

Untuk diketahui, Sofyan Basir yang merupakan Direktur Utama PLN nonaktif, dia terjerat kasus suap proyek PLTU Riau-1. Dia didakwa memfasilitasi pertemuan sejumlah pihak kesepakatan kontrak proyek IPP Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang Mulut Tambang Riau -1.

Jaksa menuduh Sofyan memberi kesempatan, sarana atau keterangan untuk melakukan kejahatan dengan fasilitasi Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih, Eni Maulani Saragih; mantan Menteri Sosial, Idrus Marham dan Johanes Budisutrisno Kotjo dengan jajaran direksi PT PLN.

Gempa Megathrust Intai Pulau Sulawesi

Fahri Hamzah Desak PLN Jawab Kerugian Konsumen

Banyak Warga Pelihara Unggas, Satgas TMMD Ingatkan Pentingnya Kebersihan Lingkungan

Andi Patarai Amir Paling Layak Jabat Ketua DPRD Maros

Warga Ungkap Dipaksa Setuju Ganti Rugi Lahan KA

Terkait kesepakatan kontrak proyek IPP Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang Mulut Tambang (PLTU MP) Riau -1 antara antara PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PT PJBI) dengan Blackgold Natural Recourses Limited, dan China Huadian Engineering Company Limited (CHEC).

Padahal menurut Jaksa, Sofyan sudah mengetahui bahwa Eni dan Idrus akan mendapatkan sejumlah uang atau fee sebagai imbalan dari Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited. Sehingga Eni menerima hadiah berupa uang secara bertahap yang seluruhnya berjumlah Rp4,75 Miliar.

Atas perbuatannya Sofyan didakwa melakukan pidana Pasal 12 huruf a jo. Pasal 15 jo. Pasal 11 jo. Pasal 15 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 56 ke-2 KUHP. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...