Eusebius Lolonium Mampu Lulus IPDN Tanpa Ibu-Ayah

Senin, 5 Agustus 2019 - 12:34 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Eusebius Lolonium sebentar lagi menyandang status sebagai CPNS tamatan IPDN (Institut Pemerintah Dalam Negeri).

Bersama rekan-rekannya seangkatan, Ebi – panggilan akrabnya – akan dilantik oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Selasa (06/08) di Kampus Jatinangor, Jawa Barat.

Eusebius Lolonium merupakan Praja IPDN asal pendaftaran Maluku yang juga Praja pembawa Pataka (Pasukan Tanda Kehormatan) IPDN.

Siapa sangka, di balik kisah suksesnya menamatkan pendidikan tinggi di IPDN, Ebi juga menyimpan kisah pilu yang menjadi motivasi keberhasilannya.

Ebi ditinggal oleh ayah dan ibunya sejak kecil, mereka entah pergi ke mana dan meninggalkan Ebi kecil bersama neneknya.

Sementara nenek Ebi hidup dengan mengandalkan uang pensiunan almarhum suaminya. Tak hanya itu, dengan uang tersebut pula, Nenek Ebi menghidupi tujuh anaknya yang pada saat itu masih membutuhkan biaya yang besar.

Ketika kecil, Ebi bahkan harus mengumpulkan rongsokan besi untuk dijual. Hal ini ia lakukan untuk membantu neneknya.

Keterangan tertulis Kapuspen Kemendagri Bahtiar menyebutkan, saat Ebi duduk di bangku SMP, ibunya kembali tapi seakan-akan telah melupakan anak kandungnya itu,

Sikap dan kasih sayang yang selayaknya diberikan oleh seorang ibu kepada anaknya, tak pernah Ebi rasakan.

Ibunya kini telah menikah kembali dan hidup dengan ayah tiri dan anak-anaknya. Sementara Ebi, tetap tinggal bersama sang nenek.

Rasa sayang neneknya yang begitu besar, menjadi motivasi terkuat Ebi untuk membalas kasih sayangnya berkali-kali lipat.

Ebi dan temannya yang ketika itu merupakan keponakan dari seorang bupati yang sedang menjabat, bertekad untuk mendaftarkan diri ke IPDN.

Korupsi Buku PAUD Bone Merugikan Negara Rp4,9 Miliar

Alasan Deng Ical Layak Berpasangan dengan Dokter Onasis di Makassar

Blackout PLN, Begini Komentar Eks Dirut PLN Sofyan Basir

Fahri Hamzah Desak PLN Jawab Kerugian Konsumen

Banyak Warga Pelihara Unggas, Satgas TMMD Ingatkan Pentingnya Kebersihan Lingkungan

Kebaikan dan dukungan dari temannya, juga bupati (paman kawan Ebi, red), sangat dirasakan Ebi. Tidak hanya tempat tinggal selama di Ambon, biaya transportasi dan saku yang digunakan untuk membeli makanan dan kebutuhan lainnya selama tes IPDN diberikan oleh mereka.

Meskipun teman Ebi tersebut tidak lolos tes, tapi mereka mendukung Ebi untuk terus semangat dan berusaha lolos masuk IPDN.

Kini, Ebi membuktikannya. Selain berhasil menjadi satu-satunya yang lolos di tingkat kabupaten, ia pun kini telah lulus dari IPDN.

Dia merasa sangat bersyukur memiliki nenek, teman dan orang-orang yang sangat berjasa, yang mendukungnya hingga berhasil menempuh menamatkan pendidikan di IPDN. (jpnn)