Hadapi Industri 4.0, Kesiapan SDM Mutlak Diperlukan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Sumber daya manusia (SDM) mutlak dipersiapkan untuk menghadapi era industri 4.0. Sebab, mau tidak mau, kesiapan SDM merupakan hal yang paling mendasar menghadapi perubahan zaman.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Jamalul Izza, harus diakui sejauh ini SDM di negeri ini masih kurang persiapan menghadapi era baru ini, saat diskusi tentang era industri 4.0, Senin, (5/8/19) di Jakarta.

Belum siapnya SDM menyambut industri 4.0 ini lebih kepada pemerataan keterampilan di seluruh daerah di Indonesia. Lain cerita jika SDM yang berada di kota-kota besar. Barangkali mereka sudah siap lantaran fasilitas pendukungnya ada.

“Ini kan bicara soal Industri 4.0 ya. Bukan hanya SDM yang ada di kota besar saja. Penting juga memperhatikan SDM-SDM yang berada di daerah,” jelas Jamal.

Dia juga menyontohkan kegiatan APJII untuk berkontribusi menyiapkan SDM yang siap menghadapi industri 4.0, yakni rutin menggelar pelatihan-pelatihan bagi siswa SMK. Tak hanya itu saja, pelatihan-pelatihan yang digelar pun bersertifikasi. APJII telah menggelar pelatihan bersertifikat di 13 pengurus wilayah.

“Ini penting karena sekarang zamannya sudah perlu sertifikasi saat akan menghadapi dunia kerja. Apalagi adanya MEA yang akan membuat persaingan dunia kerja antar negara begitu ketat. Maka itu, APJII rutin menggelar pelatihan-pelatihan sebagai wujud kontribusi kami menyiapkan SDM berkualitas untuk menghadapi industri 4.0,” terangnya.

Maka itu dari sisi pemerintah, kata dia, perlu secara serius mempersiapkan SDM yang berkualitas dengan meningkatkan pelatihan-pelatihan khususnya di bidang teknologi.

Ia juga mengatakan agar pelatihan tidak hanya digelar di SMK saja, melainkan juga didorong di berbagai lembaga atau komunitas yang dapat diikuti para generasi muda sebagai objek utama dari revolusi industri 4.0.

“Perlu ada pelatihan supaya SDM kita punya sertifikat sehingga tak kalah dengan negara lain. Dan, bagaimana sertifikat kita bisa berlaku secara internasional. Jangan sampai kita jadi budak di negara kita sendiri. Lalu yang kita pakai orang dari luar,” kata dia. (rls)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar