Nirpemenang

"Kami yakin perang dagang ini tidak akan ada pemenangnya," ujar juru bicara Kemenlu Tiongkok Hua Chunying. Sadar benar.

Tiongkok juga tidak akan menang. Namun Amerika juga tidak bisa menang. Negeri seperti Singapura dan Taiwan-lah yang akan kalah.

Meski begitu Tiongkok membenarkan. Soal tidak adanya harapan di Shanghai itu. "Kami tidak akan memberikan sejengkal pun konsesi," ujar Hua.

Maka bisa dibayangkan jalannya perundingan itu.

"Dor! Dor! Dor!" suara riuh berondongan pistol.

"Ciat.. Ciat... Ciat..." desis tanpa suara gerak tangan dan kaki.

Hua pun mengulangi sikap Tiongkok selama ini. "Kami tidak mau berkelahi. Kami tidak akan mulai berkelahi. Tapi kami tidak takut berkelahi".

Tentu tit-for-tat segera dilakukan Tiongkok. Termasuk segera mengumumkan: perusahaan Amerika mana saja yang digolongkan 'tidak bisa diandalkan'. Lalu akan diberi sanksi.

Syamsuddin Radjab Bicara Fenomena Politisi Kutu Loncat di Diskusi DPP BM PAN

Transjakarta Gratis Setelah Lampu Padam di Ibu Kota

Front Pembela Islam Punya Misi Reformasi Moral

Saya bisa menebak salah satunya: FedEx. Yang sering menyasarkan paket. Yang dikirim untuk Huawei. Ke alamat lain. Yang bikin Huawei sewot --merasa kirimannya dicurigai.

Bagaimana hasil perang selama ini? Lihatlah data tiga bulan kedua tahun ini. Ekonomi mereka merosot dibanding triwulan pertama.

Pertumbuhan ekonomi Tiongkok turun. Dari 6,5 persen ke 6,2 persen.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...