Pengamat: Pemakzulan Masih Jauh

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Panitia Khusus (Pansus) angket akan menggelar sidang terakhir, Senin, 5 Agustus, hari ini. Anggota pansus diharap tidak kehilangan stamina.

Pakar Pemerintahan Unhas, Adnan Nasution mengatakan, pansus hak angket DPRD Sulsel sudah separuh perjalanan. Publik pastinya berharap tidak ada anggota pansus yang masuk angin. Apalagi rawan terjadi tarik ulur kepentingan.

Pansus ini, kata dia, terbentuk karena kerja-kerja politik. "Ya, rawan ada yang masuk angin. Jadi bisa kehilangan stamina, kendur tujuannya," ungkapnya, Minggu, 4 Agustus.

Mencermati perjalanan pansus, ia melihat banyak pihak terkait, seperti pengusaha atau kontraktor belum bisa dihadirkan di persidangan. Hal ini, tentunya bisa membuat persepsi negatif terhadap kinerja pansus. Selain itu, sidang yang digelar tertutup.

"Meski permintaan terperiksa, harusnya tegas saja sidang mesti terbuka. Agar tidak timbul kecurigaan. Dan terpenting, pengusaha yang disebut-sebut dalam kasus fee sedianya harus dihadirkan," bebernya.

Anggota pansus, juga mesti konsisten sampai ada rekomendasi yang dihasilkan. Seperti menuntaskan dugaan dualisme kepemimpinan, isu Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN), permainan tender, pemberian atau penerimaan fee proyek, pencopotan pejabat, dan kebijakan kontroversial lainnya. Jangan melebar.

"Ini juga bentuk ujian untuk pemerintahan NA-ASS di awal periode. Berhasil di Bantaeng, kan tidak ada jaminan di Sulsel. Nah, ini harus dikawal legislator. Jangan kehilangan tahu karena ada kepentingan nanti," tegasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi


Comment

Loading...