Presiden Joko Widodo: Kenapa PLN Tidak Bekerja Cepat?

Senin, 5 Agustus 2019 - 10:11 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Presiden Joko Widodo (Jokowi) urun tangan mendatangi kantor pusat Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada pagi ini.

Padamnya listrik di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur yang berlangsung lebih dari 9 jam, pada Minggu (5/8).

Kedatangan Jokowi dimaksudkan untuk mengetahui secara langsung penyebab padamnya listrik yang membuat beberapa pusat bisnis, jaringan selular sampai dengan lalu lintas lumpuh.

Menurut Jokowi, seharusnya PLN bisa memiliki manajemen risiko saat menghadapi masalah besar seperti itu.

“Saya datang ke PLN mau mendengar langsung peristiwa pemadaman total pada hari Minggu kemarin. Dalam sebuah manejemen besar seperti PLN, menurut saya ada tata kelola risiko dengan back up plan,” kata Jokowi di kantor pusat PLN, Jakarta Selatan, Senin (5/8).

Festival Mesin Waktu Ajak Bernostalgia ke Dekade 90-an

Pansel Capim KPK Umumkan 40 Terbaik Hasil Psikologi

Menolak Ganti Rugi Lahan KA, Warga Seruduk DPRD Pangkep

MRT Terjebak di Bawah Tanah Bersama 3.410 Penumpang

Terorisme dan Fenomena Relokator (Studi Kasus Pengantin asal Sulsel)

Adapun presiden Jokowi hadir didampingi oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Mereka menemui jajaran direksi PT PLN yang telah menunggu dalam sebuah ruangan rapat yang telah dipersiapakan sebelumnya. Di situ, ada Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PLN, Sripeni Inten Cahyani.

Lebih lanjut Presiden Joko Widodo juga menuturkan, dengan adanya manajemen back up plan, seharusnya PLN bisa menyelesaikan pemadaman itu secara cepat. Apalagi, kejadian ini pernah terjadi sekitar 17 tahun silam di Jawa-Bali.

“Pertanyaan saya kenapa tidak bekerja dengan cepat? harusnya itu bisa jadi pelajaran agar kejadian kembali lagi. Ini tidak hanya merusak reputasi PLN, tapi sudah banyak yang dirugikan,” tukasnya.

Kejadian padamnya listrik hingga beberapa jam di wilayah Jabodetabek memang merugikan banyak pihak. Selain kepentingan bisnis, blackout ini juga mengakibatkan sejumlah layanan sosial terganggu, seperti transportasi. Bahkan, kejadian ini turut memicu kebakaran di ibu kota akibat warga menggunakan lilin sebagai penerangan. (jp)