Rini Soemarno Didesak Mundur Akibat Pemadaman Listrik

Senin, 5 Agustus 2019 15:06

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno diminta mengundurkan diri dari jabatannya sebagai bentuk tanggung jawabnya atas pemadaman listrik.Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira mengatakan, Rini harus mencontoh negara-negara tetangga yang menterinya mundur atas kesalahan serupa.”Di negara lain seperti Taiwan dan Korea, biasanya direktur atau menterinya mundur. Dalam konteks ini harusnya Menteri BUMN mundur,” kata Bhima saat dihubungi, Senin (5/8).Bhima menilai pemadaman listrik di Pulau Jawa sampai Bali khususnya Jabodetabek telah menggangu aktivitas ekonomi secara signifikan. Menurut Bhima, yang paling merugi dari perkantoran, pusat perbelanjaan dan industri manufaktur.”Investasi di manufaktur diperkirakan akan melambat katena investor merasa pasokan energi tidak pasti. Jika mereka ekspansi pabrik tapi jaminan energi listrik tidak stabil, ya, mereka cari negara lain yang lebih siap,” kata dia.

Setiap Hari Negeri Ini Dilanda GempaRuang Dirkeu PT Angkasa Pura II Digeledah, KPK Sita IniAbraham Samad Takut KPK Dipimpin Pensiunan yang Cari KerjaAnggota Pansus Hak Angket DPRD Lebih Banyak BolosPengamat: Pemakzulan Jauh Masih Jauh

Selain sektor tersebut, kata Bhima, rumah sakit, UMKM dan kantor pemerintahan juga terkena imbasnya. “Bisa dibayangkan pekerjaan seperti bengkel, makanan minuman yang bergantung pada listrik terganggu. UMKM juga menjadi korban yang paling rentan karena tidak semua mampu beli genset,” jelas dia.

Bagikan berita ini:
1
4
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar