Barack Obama Sindir Bahasa Rasis Donald Trump

  • Bagikan
FAJAR.CO.ID, WASHINGTON-- Mantan Presiden AS, Barack Obama menanggapi penembakan massal di Ohio dan Texas pada Senin (5 Agustus). Dia kemudian mengajak warga Amerika untuk menolak bahasa kebencian, ketakutan, dan intoleransi dari para pemimpin mereka. "Kita seharusnya dengan tegas menolak bahasa yang keluar dari mulut para pemimpin kita, yang memberi iklim ketakutan dan kebencian atau menormalkan sentimen rasis," kata Obama dalam pernyataan yang diposting di Twitter yang tidak menyebut nama Presiden Donald Trump seperti dilansir channelnewsasia, Selasa, 6 Agustus. "Seperti pengikut ISIS dan organisasi teroris asing lainnya, orang-orang ini mungkin bertindak sendiri, tetapi mereka telah diradikalisasi oleh situs web nasionalis kulit putih yang berkembang biak di Internet," kata Barack Obama. Obama kemudian mengatakan, bahasa seperti itu bukanlah hal yang baru dan telah menjadi akar dari kebanyakan tragedi manusia sepanjang sejarah, di sini di Amerika dan di seluruh dunia. Diketahui, penembakan di El Paso, Texas, dan Dayton, Ohio, menewaskan 31 orang.
Berhasil Kembangkan Bibit Padi Lokal, Lima Ahli Jepang Datangi Tana Toraja Detik-detik Menegangkan Banser Sahrani Duel dengan 2 Pencuri Ahmed Bin Abdul Aziz Tolak Terlibat Koalisi Militer AS-Inggris Mbah Moen Dimakamkan Dekat Makam Istri Rasulullah Mantan Ketua Tim Appi dan Danny Bertemu dengan Dokter Onasis
Seorang pria kulit putih berusia 21 tahun telah didakwa dengan pembunuhan berencana dalam penembakan Sabtu di Texas. Polisi di El Paso mengutip sebuah manifesto rasis, anti-imigran yang dipasang online sesaat sebelum penembakan, yang mereka kaitkan dengan tersangka.
  • Bagikan