Calon Pimpinan KPK Tak Patuh Lapor LHKP Berjumlah 13 Orang

0 Komentar

FAJAR.CO.iD, JAKARTA — Lembaga antirasuah mencatat di antara 40 peserta seleksi calon pimpinan KPK yang lolos tes psikologi (tahap III), ada yang belum menyerahkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN). Setidaknya 13 peserta orang.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, capim yang telah menyetorkan LHKPN ada 27 orang. “Kalau dilihat dari data yang ada, yang sudah melaporkan kekayaannya ada 27 orang,” katanya di KPK, Jakarta, Senin (5/8).

Selain itu, dari 27 peserta seleksi Capim KPK yang telah menyerahkan LHKPN juga tidak semuanya mematuhi ketentuan pelaporan harta kekayaan secara periodik. Sebab, ada yang tidak memperbarui data LHKPN.

“Terdapat sejumlah PN yang pernah melapor, namun tidak mematuhi aturan pelaporan Periodik setiap tahun, khususnya Tahun 2019. Baik yang tidak lapor periodik ataupun terlambat dari waktu seharusnya,” ucap Febri.

Mantan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) itu memerinci, dari ke 27 capim KPK itu terdapat tiga 3 orang melapor LHKPN sebanyak 1 kali. Selanjutnya ada 6 orang melaporkan LHKPN sebanyak 2 kali.

Kemudian 7 orang menyerahkan LHKPN sebanyak 3 kali, sedangkan 6 capim KPK lainnya ada yang sudah 4 kali melapor. “Dua orang lapor LHKPN sebanyak lima kali, sedangkan tiga orang lapor LHKPN sebanyak tujuh kali,” bebernya.

Jantung Maraton

Warga Senang Dilibatkan di TMMD, TNI Merasa Terbantu

Letkol Susanto Jabat Kapendam IV/Diponegoro

Banggar: Pemprov Hambat Pembahasan APBD 2020

Penetapan Ganti Rugi Jalur KA, Warga Maros Baru Tolak Harga Appraisal

Lebih lanjut Febri mengatakan, komisi pimpinan Agus Rahardjo itu bakal membantu Panitia Seleksi (Pansel) KPK untuk mengecek rekam jejak para peserta seleksi. Hasilnya, kata Febri, akan diserahkan kepada Pansel Capim KPK untuk pertimbangan dalam memilih kandidat pimpinan komisi antirasuah empat tahun ke depan.

“KPK akan fokus pada aspek integritas para calon tersebut, seperti: kepatuhan melaporkan LHKPN bagi penyelenggara negara, sikap terhadap gratifikasi, catatan-catatan lain seperti dugaan keterlibatan dalam perkara-perkara yang ditangani KPK dan hal-hal lain yang relevan,” ujar Febri.

Sebelumnya, Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK telah mengumumkan hasil tes psikologi yang dinyatakan berhak masuk 40 besar. Mereka berasal dari berbagai kalangan. Yang menarik, dari tiga komisioner yang ikut seleksi kembali, hanya Laode M Syarif yang masuk 40 besar.

Laode adalah komisioner asal Sulawesi Selatan yang merupakan akademisi Universitas Hasanuddin. Nama lain yang tidak asing bagi masyarakat Sulsel yakni, Aidir Amin Daud. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar