Javad Zarif Beber Sanksi AS karena Tolak Undangan Trump

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, TEHERAN– Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif membeber penyebar dirinya dijatuhi sanksi Amerika Serikat. Dia menolak undangan Donald Trump untuk mengadakan pembicaraan langsung di Gedung Putih melalui pertemuan di New York dengan Senator Rand Paul.

“Dalam perjalanan saya ke New York, saya diberi tahu bahwa saya akan dikenakan sanksi dalam dua minggu, kecuali saya menerima tawaran itu, yang untungnya saya tidak terima,” katanya pada konferensi pers Senin.

Seorang jurnalis untuk The New Yorker pertama kali mengungkapkan Jumat malam, bahwa selama pertemuan satu jam dengan Trump yang baru-baru ini mengetuk perantara dengan Iran, Senator Paul, Zarif menyatakan bahwa ia tidak dapat bertemu dengan Trump tanpa persetujuan Teheran.

Setelah membahas berbagai ide yang berkaitan dengan meyakinkan Gedung Putih bahwa Iran tidak mengejar senjata nuklir, dan cara untuk memulai kembali perundingan dengan pijakan yang sama, Zarif dilaporkan pada akhirnya menolak undangan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk bertemu dengan Trump.

Javad Zarif menjelaskan, bahwa ia telah bertemu dengan banyak senator dan anggota kongres dalam perjalanan PBB terbarunya, yang tidak ia sebutkan karena sensitivitas diskusi diplomatik mereka.

PSM, Kami Rindu Juara 

Vicky Prasetyo Dilapor Istri Siri Gelapkan Mobil Rp800 Juta

India Buat Pakistan Naik Pitam Gara-gara Jammu dan Kashmir

Dara The Virgin Coba Peruntungan di Bisnis Otomotif

Polisi Hong Kong Tangkapi 420 Pengunjuk Rasa

Menyinggung sanksi, Zarif mengatakan bahwa “memboikot menteri luar negeri suatu negara berarti negosiasi Anda gagal,” dan lebih lanjut bahwa keputusasaan AS menjauhkan kemungkinan jalur diplomatik.

“Amerika Serikat belum memenangkan perang apa pun di zaman modern dan itulah sebabnya mereka dipaksa untuk menggunakan sanksi dan boikot terhadap lembaga dan organisasi Iran,” tambahnya dilansir Iranian, Selasa, 6 Agustus.

Sekadar tahu, meski ada laporan baru minggu ini yang mengkonfirmasi bahwa militer Iran menyita tanker ketiga di Selat Hormuz pada 31 Juli, para pejabat pemerintah AS relatif tenang. Berbeda saat Iran menangkap kapal tangker berbendera Inggris.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...