Kisah Batry-Maimunah, Pasangan Sehidup Semati asal Sulsel (1)

Selasa, 6 Agustus 2019 09:30

Hanya saja, pisah ranjang itu berarti memangkas kasih sayang keduanya. Keduanya masih kerap tidur bersama di waktu-waktu tertentu. Tentu saja dibantu anak-anaknya yang sigap menjaga mereka di usia renta seperti itu. Momen tersebut mengendap dalam kepala pensiunan guru agama MAN 1 Makassar itu.”Pak, sabarki. Kita masih hidup (untuk melanjutkan kehidupan). Janganki sedih,” ucap anak keduanya, Zulqarnain, yang berusaha menenangkan Batriy. Dari sorot mata ayahnya, ada kenangan indah yang terekam bersama sang ibu.Dalam hatinya, Batriy hanya bisa melantunkan doa paling tulus. Ia ikhlas, kekasihnya pergi lebih dulu. Sembari menggenggam tangan perempuan yang telah memberikan tiga anak lelaki untuknya.Selama berjam-jam pula ia memandangi jasad kakunya di dalam kamar. “Besok, antar ma juga di kubur. Saya mau menyusul mamakmu,” tutur Batriy pelan kepada anak-anaknya di ruangan itu.Kata-kata Batriy itu hanya ditanggapi sekilas anak-anaknya. Tak ada isyarat khusus. Disangka sang anak, ayahnya memang mau ikut memakamkan sang istri hingga liang lahat. Kondisinya yang memakai kursi roda tentu harus mendapat perhatian lebih banyak.

Bagikan berita ini:
6
7
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar