KITA BISA! Jadi Tuan Rumah yang Baik

Selasa, 6 Agustus 2019 - 07:45 WIB

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR — Final Piala Indonesia menjadi pertaruhan nama baik Sulsel. Seluruh elemen masyarakat diharap bisa menjadi tuan rumah yang baik.

PSM berhasil menjejakkan kakinya ke final Piala Indonesia. Catatan tertinggi klub di turnamen itu. Catatan itu pula yang membuat animo masyarakat menyambut final leg kedua di Stadion Andi Mattalatta, Selasa, 6 Agustus, juga tinggi.
Para pencinta PSM sangat berharap pesta bisa digelar di kandang sendiri dengan mengalahkan Persija Jakarta. Hanya saja, insiden pekan sebelumnya tidak boleh terulang.

“Anarki hanya merusak nama besar PSM. Juga, daerah. Kami harap suporter bisa menjadi tuan rumah yang baik. Kita pasti bisa buktikan bahwa turnamen-turnamen besar bisa digelar di daerah kita,” kata legenda PSM, Assegaf Razak, kemarin.

Legenda PSM, Syamsuddin Umar menambahkan, masalah keamanan seharunsya tidak perlu lagi diwacanakan. Sebab, semua elemen masyarakat di Sulsel, khususnya Kota Makassar pastinya tidak ingin nama baik daerahnya tercemar.

“Saya yakin, semua elemen masyarakat termasuk kelompok suporter bisa menjaga itu. Sepak bola merupakan olahraga yang merakyat. Olahraga yang bisa menyatukan masyarakat tanpa memandang status. Saatnya kita menjadi tuan rumah yang baik,” paparnya.

CEO PT PSM, Munafri Arifuddin pun menjamin suasana akan tetap kondusif. Semua sudah terkoordinasi dengan baik. Selain bertemu dengan legenda-legenda PSM, pertemuan dengan tokoh-tokoh masyarakat juga sudah diintensifkan.
“Kami meminta dukungan. Final harus berlangsung aman dan lancar,” paparnya.

Ketua Panpel PSM, Ali Ghauli menambahkan, berbagai kelemahan yang jadi sorotan publik di pekan sebelumnya terus dibenahi. Bahkan, koordinasi dengan aparat kepolisian juga intens dilakukan.

Jika, sebelumnya personel yang diturunkan hanya 3.000 orang, maka di laga nanti bisa mendekati 5.000 personel Polri. Juga, tidak ada lagi penjualan tiket di hari H. “Kalau ada, itu pasti tiket palsu. Kami akan koordinasikan dengan petugas untuk mengamankannya,” tegasnya.

Garansi Keamanan

Insiden yang terjadi, Minggu, 28 Juli, memang masih terekam dalam benak kubu Persija. Wajar jika manajemen klub berjuluk Macan Kemayoran itu berharap ada garansi keamanan.
Ali Ghauli mengaku, koordinasi dengan PSSI serta Persija sudah dilakukan sejak awal pekan lalu. Termasuk soal garansi keamanan. Misalnya, pihaknya mengimbau ke semua suporter untuk menyetor bendera serta stik-stik yang akan dibawa masuk.
“Nanti itu pakai metal detektor,” bebernya.
Khusus keamanan tim Persija, kata dia, pihaknya menjamin akan mendapat pengawalan ketat. Pengamanan mulai diberikan saat pemain Persija tiba di bandara hingga di hotel. Bahkan, area di sekitar tempat menginap Marko Simic cs akan ada pengamanan.

Asah Srategi
Kemarin, para pemain PSM sudah berlatih. Latihan tertutup. Hanya, beberapa kekurangan tim perlu diasah. Permainan yang baik idealnya jadi kunci sukses di final nanti.

“Kubu PSM, para pemain yang diturunkan secara psikolgis siap secara utuh. Tinggal konsistensi harus terjaga,” sebut Syamsuddin Umar.
Irama di luar lapangan yang dikabarkan beringas dan kurang kondusif tidak perlu jadi pengaruh. Justru, harus siap dan memberikan jaminan permainan terbaik. Hanya dengan begitu bisa meruntuhkan ketakutan-ketakutan yang akan terjadi.

Melawan Persija, diakuinya, taktik individu, konsep permainan, dan kesiapan tim PSM sudah menang. Itu yang perlu diketahui. “Para pemain harus fokus di lapangan,” pintanya.

Pemain PSM era 80-an, Assegaf Razak menilai dari segi permainan dan kualitas, PSM sudah bagus. “Cuman perlu lebih sabar,” ucapnya. Duel final ini, tidak ubahnya dengan pertandingan lainnya. Kualitas pemain, teknik sudah sangat baik. Tetapi, terlalu cepat emosi.
Hal-hal yang seperti itu, kata dia, justru bisa memengaruhi mereka yang di luar lapangan. “Jadi, pemain baiknya lebih sabar bermain,” jelasnya.

Sekjen The Maczman, Mustafa mengutarakan, koordinasi di jajaran suporter sudah terbangun. Seluruh kelompok suporter siap menjaga kehormatan tim dan daerah. “Kami sudah siap menjadi tuan rumah yang baik,” tegasnya.
Kata dia, tidak ada hal yang diinginkan atau dijadikan sebagai ruang untuk lahirnya anarki. “Semua sudah terkoordinasi dengan baik,” paparnya.

5.000 Personel

Laga final Piala Indonesia di Gelora Stadion Andi Mattalatta, Makassar, mendapat pengawalan ketat. Demi nama baik Makassar.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, mengatakan, persiapan pengamanan untuk pertandingan final PSM vs Persija sudah sangat matang. Hampir 5.000 personel dikerahkan.

Persjia akan mendapat pengawalan saat memasuki Stadion Mattoanging Makassar, Selasa, 6 Agustus. Begitu juga usai pertandingan. “Jadi ada pengawalan ring satu, dua, dan tiga,” kata Dicky.

Selain itu lanjut Dicky, akan dilakukan swiping senjata tajam. Alat pendeteksi logam disediakan. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. “Termasuk pembawaan lazer point juga akan dicekal,” ujarnya.

Polda Sulsel mengimbau, seluruh suporter PSM juga menjaga keamanan. Tidak melakukan aksi anarkis, karena akan berdampak terhadap nama baik Makassar.

“Yang bisa mengamankan kota Makassar ini kita semua. TNI-Polri bersama masyarakat. Mari bahu membahu menjaga kota Makassar. Jaga nama baik Makassar,” tuturnya.

Untuk masyarakat yang tidak bisa menyaksikan langsung laga PSM lanjutnya, diharapkan untuk tidak kecewa. “Kita bisa menyaksilan laganya melalui televisi,” ungkapnya.

Di saat laga berjalan dengan baik lanjutnya, maka Makassar menjadi indikator baiknya sepakbola di Indonesia. Akan menjadi rujukan nantinya. (sal-gsa-ans)

loading...