Mbah Moen Sering Cerita Kekasih Allah Wafat di Selasa

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Masyarakat muslim Indonesia kehilangan sosok guru bangsa dan tokoh Islam, Kiai Maimun Zubair atau akrab disapa Mbah Moen. pimpinan dari Pondok Pesantren Al Anwar Sarang, Rembang itu meninggal di Mekah di usianya 90 tahun.

Mbah Moen juga dikenal sebagai seorang ulama politikus Indonesia. Ia juga masih tercatat sebagai Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Mustasyar PBNU.

Muhammad Kanzul Firdaus yang merupakan salah satu santri Mbah Moen menuturkan, sang guru sering bercerita kepada para murid-muridnya di pesantren, bahwa sang ayah Kiai Zubair Dahlan meninggal pada hari Selasa. Kemudian para wali-wali atau kekasih Allah juga banyak yang meninggal di hari Selasa.

“Jadi setiap hari selasa, saya itu deg-degan. Semoga beliau tidak wafat,” ujar Kanzul, Senin (6/8).

Saat ini, hal yang ia takutkan terbukti. Sang guru meninggal di hari Selasa, sekira pukul 04.16 waktu Arab Saudi. Mbah Moen meninggal saat menunaikan ibadah haji di Makkah.

“Hari ini yang saya takutkan benar-benar terjadi. Beliau benar benar meninggal pada hari selasa,” katanya.

Pria asal Blitar, Jawa Timur ini mengatakan, Mbah Moen adalah soerang kiai yang sangat sayang dan dekat dengan para santrinya. Mbah Moen memperlakukan santri-santrinya seperti anak-anaknya sendiri. Kasih Mbah Moen sangat besar kepada santri-santrinya‎.

“Sampai santri-santrinya menganggap beliau sebagai ayahnya sendiri. Bukan orang lain. Benar-benar bagian dari jiwa raga para santri,” ungkapnya.

Karena itu, lanjut Kanzul, banyak santri yang sangat fanatik ke Kiai Maimun karena sifat kasih sayangnya. Saking dekatnya dengan para santr . KH Maimun Zubair selalu setia mendengarkan ‘cuhat’ alias curahatan hati para santrinya.

“Termasuk saya, dulu sering curhat ke KH Maimun Zubair . Jadi kalau ada santri mau curhat beliau itu terbuka sekali,” ungkapnya.

Kanzul berujar, apabila dirinya dirundung masalah. Dirinya selalu menemui KH Maimun Zubair ‎. Sang guru selalu memberikan solusi. Bahkan sebelum dirinya bercerita soal masalahnya, Mbah Moen sudah mengetahui masalah yang sedang ia hadapi.

Mbah Maimun Zubair Pernah Minta Didoakan Wafat di Mekah

Tamsil Linrung: PLN Harus Bertanggung Jawab

Suami Menghabisi Istri Lalu Bakar Anak yang Berusia 5 Tahun

Barack Obama Sindir Bahasa Rasis Donald Trump

Pemasok Narkoba Nunung Ditangkap, 450 Gram Disita

‎”Beliau itu kalau saya belum cerita sudah tahu masalah saya. Sehingga beliau langsung memberikan solusi. Sampai saya sering curhat, dan saya bilang beliau memiliki karomah kemulian yang diberikan Allah,” katanya.

Terpisah, santri lainnya, Abdul Ghafur mengatakan dirinya selalu salut dengan sang guru. Karena apabila cerita KH Maimun Zubair selalu ingat dengan kejadian-kejadian yang pernah ia alami.

“Jadi beliau itu senang cerita. Kalau cerita tanggalnya, kapan juga waktunya dia semua ingat,” jelas Abdul.

Sekadar informasi, KH Maimun Zubair lahir di Rembang, Jawa Tengah, 28 Oktober 1928. Almarhum meninggal dunia di Makkah, 6 Agustus 2019, dalam usia 90. Ia juga pernah menjadi anggota DPRD kabupaten Rembang selama 7 tahun.

Setelah berakhirnya masa tugas, ia mulai berkonsentrasi mengurus pondoknya yang baru berdiri selama sekitar 7 atau 8 tahun. Mbah Moen tercatat pernah menjadi anggota MPR RI utusan Jawa Tengah selama tiga periode.‎ (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...