PSM, Kami Rindu Juara 

Selasa, 6 Agustus 2019 - 08:39 WIB

Oleh : Rachmat Faisal Syamsu

Anggota Komunitas Dottoro Supporter/KDS, Sektor Kedokteran UMI

 

PSM Makassar akan kembali memainkan laga di final leg II Piala Indonesia 2018-2019 di Stadion Mattoanging Makassar, pada Selasa (6/8/2019). Laga yang sempat tertunda itu, mesti dimenangkan oleh PSM usai tertinggal 0-1 dari Persija di leg I.

Laga ini adalah laga panas hingga melibatkan rivalitas kedua kelompok suporter. Tetapi sejak jauh hari, dan era persepakbolaan dahulu, hubungan kelompok suporter PSM dan Persija adalah sangat harmonis, seperti yang ditegaskan kedua belah pihak, bahwa hubungan kedua suporter tersebut tidak ada masalah. Kejadian yang dialami Persija selama di Makassar lalu diyakini hanya dilakukan oleh oknum yang tak bertanggung jawab. Oleh karenanya, kita mesti waspada akan adanya oknum yang memanfaatkan momen-momen tersebut untuk memecah belah kedua kelompok suporter tersebut.

Polda Sulsel bersama panitia pelaksana juga sudah menegaskan, akan melakukan pengamanan penuh hingga sekitar 5.000 personel. Pengamanan ini melibatkan seluruh anggota Polres di Sulsel. Polda Sulsel bahkan membuat tiga ring pengamanan di Stadion Gelora Andi Mattalatta. Dimulai dari dalam stadion, sekitar stadion, hingga di Jalan Raya. Polda Sulsel berharap tak ada kericuhan nantinya dan polisi siap melakukan pengamanan hingga laga PSM Makassar vs Persija Jakarta usai nantinya. 

Dahaga juara

Terhitung sudah hampir 19 tahun PSM tidak pernah lagi mengangkat Piala. Usai juara Liga Indonesia 1999/2000, belum ada yang mampu membawa PSM Makassar untuk meraih kesuksesan juara, dalam ajang resmi PSSI. Ketika itu, PSM diperkuat pemain-pemain bintang label Timnas seperti Kurniawan Dwi Yulianto, Bima Sakti, Ortizan Salossa, Miro Baldo Bento, Hendro Kartiko, dan lainnya.

19 tahun bukanlah waktu singkat, sehingga adalah hal yang wajar, pengharapan, antusias, dan rindu semua suporter khususnya, dan masyarakat kota Makassar umumnya, begitu tinggi untuk melihat tim kebanggannya mengangkat piala. Kemenangan atas Persija di Final leg II Piala Indonesia, diharapkan mampu mengakhiri dahaga Kota Makassar akan juara di persepakbolaan.

PSM, kami rindu juara

Euforia akan PSM yang telah lama tidak kita rasakan, kembali hidup. Begitu banyak kalangan di Kota ini membicarakan tentang PSM. Dalam diskusi-diskusi kecil di warung kopi, dalam pembicaraan di setiap pertemuan, dalam berbagai status di media sosial, hingga peliputan media nasional, selalu ada PSM.

Ayam Jantan dari Timur itu kembali diperhitungkan. Ramang sang legenda kembali diceritakan. Anak-anak kecil sebagai bibit muda sepak bola Makassar, kembali semangat dalam latihannya. Di mana-mana ada PSM, di mobil, motor, dan semua jenis kendaraan ada stiker PSM.

Semua orang membicarakan PSM, mulai dari yang cinta sepak bola sampai yang tidak tahu sama sekali, semua seakan “dipaksa” membicarakan PSM, menyaksikan PSM bermain. Inilah euforia PSM. Kerinduan akan juara tidak dapat ditahankan lagi. Memang persoalan juara atau tidak adalah ketentuan Tuhan, akan tetapi usaha menuju ke sana, tetap harus dimaksimalkan.

Proses menuju ke sana harus bisa membuat semua orang bangga. Dengan menampilkan permainanan terbaik, kemampuan maksimal. Ada banyak cara untuk dapat mengangkat nama suatu Daerah, Kota, dan Bangsa agar dapat bersaing dan menjadi terkenal di mata Nasional, Asia bahkan Internasional.

Salah satunya lewat sepak bola. Sepak bola adalah bahasa universal yang dapat diterima oleh siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Dengan sepak bola, kita dapat menyatukan semua keragaman dunia, tidak memperdulikan bangsa, suku, ras, agama, gender, usia, strata sosial, profesi, dan lainnya. Dan, PSM Makassar, PSM ku’, PSM ta’, PSM kita semua, sedang berada di jalur tersebut. Kami, kita semua, rindu akan juara.

Pemain dan staf pelatih harus bekerja keras untuk menjaga asa suporter, asa Kota Makassar yang berada di pundak mereka. Budaya Siri’ na pacce, wajib dipertontonkan. Budaya yang menjunjung tinggi sifat malu dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam hal sepak bola.

Semoga Siri na pacce mampu bergelora dalam dada para pemain, pelatih, dan semua suporter PSM. Sehingga syair lagu yang kita selalu nyanyikan di Stadion kebanggaan kita, rebut kembali kejayaan itu, kami rindu di masa itu. Sejarah berbicara tentang kita, dan kuyakin kau pasti bisa.

Insyaallah, bisa kita wujudkan yaitu dengan jalan Juara di Piala Indonesia. Aamiin. Ewako PSM !!! Paentengi Siri’ nu’. (*)

 

 

 

 

 

 

Loading...